Home / Kabar Daerah

Minggu, 16 November 2025 - 12:43 WIB

BIPP Cimandiri Gelar Hajat Balarea ke-9, Dorong Pelestarian Patanjala: Kearifan Tata Ruang Sukabumi

BIPP (Baresan Incuputu Pangauban) Cimandiri menggelar Gernaka Pamungkas Hajat Balarea ke-9 di Saung Geulis Cisaat / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – BIPP (Baresan Incuputu Pangauban) Cimandiri menggelar Gernaka Pamungkas Hajat Balarea ke-9 pada Jumat (14/11/2024) dengan mengusung tema “Patanjala Pangaweruh Baheula, Mustari’ Nyanding Kiwari.” Tema ini menegaskan paradigma pengetahuan tradisional Patanjala tetap relevan untuk menjawab tantangan lingkungan masa kini.

Kegiatan dihadiri incuputu pangauban dari berbagai DAS (Daerah Aliran Sungai), mulai dari Ciliwung, Cisanggarung, Citarum, Cisadane, Ciwulan, Cibareno, Cimanuk, Cisanggiri, Citanduy, kasepuhan adat Banten Kidul, anggota DPRD dari Fraksi PKB dan PPP, DPRD Provinsi, tokoh agama, hingga perwakilan OPD seperti TNGHS, KSDA, dan DLH, serta berbagai komunitas pemerhati lingkungan.

Ketua panitia, R. Gusgus Sugara, menjelaskan acara Hajat Balarea menjadi momentum evaluasi seluruh kegiatan incuputu pangauban Cimandiri selama satu tahun di 2025. Mereka aktif melakukan diskusi, kajian lapangan, serta penelusuran bencana berbasis pengetahuan tradisional Patanjala.

Baca:https://mediaaksara.id/kebanjiran-tiga-kali-sebulan-warga-selagedang-protes-dampak-proyek-kantor-kecamatan-warungkiara/

“Hasil kajian telah diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan rujukan dalam merumuskan kebijakan, khususnya terkait tata ruang,” ujarnya di saung geulis Cisaat.

BIPP (Baresan Incuputu Pangauban) Cimandiri menggelar Gernaka Pamungkas Hajat Balarea ke-9 di Saung Geulis Cisaat / Foto: Istimewa
BIPP (Baresan Incuputu Pangauban) Cimandiri menggelar Gernaka Pamungkas Hajat Balarea ke-9 di Saung Geulis Cisaat / Foto: Istimewa

Hadir pula Bayu Permana, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi. Ia menyoroti pentingnya data kawasan lindung dalam RPJMD, di mana Sukabumi hanya memiliki 12 persen kawasan lindung dan 88 persen sisanya merupakan kawasan budidaya dan permukiman.

“Fakta ini perlu menjadi refleksi bersama, terlebih dalam beberapa tahun terakhir Sukabumi sering dilanda banjir, pergeseran tanah, hingga longsor,” ungkap Bayu.

Baca: https://mediaaksara.id/jalan-desa-cimahi-rusak-warga-babakan-tipar-sebut-korban-politik-pasca-pilkades-atau-minim-add-2025/

DPRD Kabupaten Sukabumi melalui Fraksi PKB menerima rekomendasi kebijakan dari incuputu pangauban Cimandiri. Bayu menilai langkah tersebut sebagai upaya penting meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup serta Indeks Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Sukabumi.

Aspirasi juga telah diperjuangkan melalui lahirnya Perda Pelestarian Pengetahuan Tradisional Patanjala dalam Pelindungan Sumber Air, yang diharapkan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan Sukabumi yang Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah).

“Semoga kebijakan memberi manfaat besar bagi pelindungan lingkungan dan budaya lokal,” tutup Bayu.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎