Penampakan Jalan Rusak Kampung Babakan Tipar, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Warga Kampung Babakan Tipar hingga Kampung Cikondang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi kembali menyoroti kerusakan jalan desa sepanjang satu kilometer yang tak kunjung diperbaiki selama dua tahun terakhir. Selain berdampak pada mobilitas dan ekonomi warga, muncul pula rumor bahwa wilayah tersebut kurang mendapatkan perhatian karena diduga faktor politik pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Tokoh masyarakat Kp. Babakan Tipar, Endang Habib, menyampaikan bahwa jalan desa sepanjang sekitar satu kilometer itu merupakan akses utama sekaligus jalur alternatif ketika jalur Cibolang mengalami kemacetan. Namun kondisi jalan yang sempit dan rusak parah dinilai dibiarkan tanpa penanganan memadai.
“Jalan ini bukan sekadar akses lingkungan, tapi jalur kehidupan warga dua desa yang berbatasan dengan Desa Padaasih Kecamatan Cisaat. Ketika jalan utama macet, masyarakat menggunakan jalan ini sebagai jalur alternatif. Namun kondisinya makin rusak dan belum ada perbaikan yang serius,” ujar Endang pada Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga yang banyak bergantung pada akses mobilitas ekonomi hasil budidaya ikan, pertanian serta usaha rumahan.
Endang juga membeberkan tersiar warga sempat berencana menggelar aksi ke kantor desa menuntut perbaikan. Namun rencana aksi tersebut ia pertimbangkan.
“Warga sudah mau aksi, tapi saya larang. Pertama karena kepala desa sedang sakit. Kedua, saya melihat dana desa seperti ADD dan DD kemungkinan tidak mencukupi untuk rehabilitasi jalan itu,” katanya.
Lebih jauh, Endang mengatakan belakangan muncul rumor di masyarakat bahwa wilayah Babakan Tipar seolah dianaktirikan secara politik. Rumor itu menyebut kepala desa yang sedang menjabat belum sepenuhnya ‘move on’ dari hasil Pilkades.

“Rumornya begitu, disebut-sebut ada korban politik karena hasil suara Pak Kades di wilayah Tipar kemungkinan kecil. Hingga muncul anggapan warga bahwa pembangunan jadi kurang diperhatikan. Padahal itu jalan utama desa, seharusnya menjadi prioritas,” ungkapnya dikediamannya.
Endang berharap seorang kepala desa, apa pun hasil pemilihan sebelumnya, seharusnya tetap merangkul seluruh masyarakat.
“Kalau mengikuti aturan, kepala desa wajib mengayomi semua unsur masyarakat, baik yang memilih maupun yang tidak memilih,” tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Desa Cimahi serta Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi dapat segera turun tangan agar akses vital tersebut bisa diperbaiki dan tidak menghambat aktivitas warga.
Hingga berita diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pemerintah Desa Cimahi atas kerusakan jalan tersebut, namun belum memberikan tanggapan resmi.
Redaktur: Rapik Utama







