Home / Kabar Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:58 WIB

BBM Non Subsidi Terancam Naik Gila-gilaan April 2026! Pertamax Bisa Tembus Rp17.850/Liter, Solar Nyaris Rp24 Ribu

Poster Danantara Indonesia merinci Harga BBM non subsidi diprediksi melonjak tajam pada April 2026 / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID — Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi diproyeksikan terjadi pada April 2026. Harga Pertamax bahkan diperkirakan melonjak drastis hingga menyentuh Rp17.850 per liter, naik sekitar Rp5.550 atau hampir 45 persen dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.

Prediksi ini mengacu pada dokumen estimasi harga jual eceran BBM non subsidi yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga, seiring lonjakan signifikan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Tak hanya Pertamax, sejumlah jenis BBM lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan tajam. Pertamax Green 95 diperkirakan naik dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada BBM jenis solar non subsidi. Pertamina Dex diprediksi melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter, sedangkan Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter. Artinya, kedua jenis BBM solar ini berpotensi mengalami kenaikan hingga Rp9.450 per liter.

Lonjakan harga BBM ini tidak lepas dari meroketnya harga minyak global. Berdasarkan indikator Harga Indeks Pasar (HIP), harga gasoline RON 92 melonjak hingga 62,99 persen, dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120,06 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga gasoil bahkan meningkat lebih tajam hingga 90,65 persen, dari 87,23 dolar AS menjadi 166,31 dolar AS per barel.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam berbagai laporan terbarunya menyebutkan bahwa fluktuasi harga BBM sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi dan logistik.

Selain itu, tekanan geopolitik global turut memperparah kondisi. Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada terganggunya pasokan minyak dunia, terutama di jalur vital Selat Hormuz. Gangguan ini diperkirakan mengurangi suplai global hingga sekitar 2 persen.

Jika kenaikan ini benar terjadi, April 2026 berpotensi menjadi salah satu periode lonjakan harga BBM non subsidi paling tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini juga membuka potensi pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi. Dampaknya, beban distribusi dan anggaran energi nasional bisa meningkat.

Sejumlah pengamat energi, termasuk yang dirujuk dalam kajian lembaga seperti Danantara Energy Insight, menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi agar lonjakan ini tidak memicu inflasi tinggi dan tekanan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan badan usaha energi masih akan mengevaluasi secara berkala formula harga, dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional serta daya beli masyarakat.

 

Reporter: Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Surili Jawa Bertahan di Halimun, Desa Penyangga Jadi Kunci Kelestarian Primata

Kabar Daerah

Terambyar Fest 2026 Guncang Sukabumi: 8 Artis Top, Sound 200 Ribu Watt, Siap Bikin Penonton Ambyar Hepi

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi