Aksi blokade truk pengangkut tambang gunakan ban bekas oleh warga kampung Legok Nyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Ban bekas yang diletakkan di tengah jalan menjadi simbol perlawanan warga terhadap aktivitas tambang yang diduga mengganggu ketertiban umum di kampung Legok Nyenang, diwilayah yang berbatasan antara Desa Cikujang dan Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan video yang beredar di WAG, aksi tersebut dilakukan warga dengan cara menutup akses jalan yang biasa dilalui kendaraan truk pengangkut material tambang. Dalam video yang beredar, terlihat ban bekas sengaja ditempatkan di tengah jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Sejumlah warga tampak di sekitar lokasi, sementara beberapa supir kendaraan angkutan material memilih berhenti di sisi jalan karena akses tertutup.
Dalam video, salah satu warga menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap janji perusahaan akan membangun jalan yang belum direalisasikan. Selain dugaan dampak yang meresahkan masyarakat sekitar. Aktivitas kendaraan berat juga disebut berdampak pada kerusakan jalan Desa dan jalan kabupaten, hingga beberapa warga pengendara motor mengalami kecelakaan, ditambah meluapnya air bercampur lumpur saat hujan ke lingkungan warga.
Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pihak pengelola tambang yang diprotes warga, serta janji seperti apa yang akan disanggupi perusahaan tambang.
Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penertiban aktivitas tambang di wilayah Gunungguruh, terutama jika kegiatan tersebut benar dilakukan tanpa izin.
Hingga berita diterbitkan upaya konfirmasi kepada pemerintah kecamatan Gunungguruh, Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa Cikujang dan Cibolang sudah dilakukan, namun belum ada respon untuk memberikan penjelasan resmi atas aksi warga tersebut.
Sumber: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







