Home / Kabar Daerah

Sabtu, 8 November 2025 - 12:17 WIB

Aktivis Sukabumi Desak Pemerintah Usut Penebangan Pohon Mahoni di Jalur Nasional Warungkiara

Aktivitas penebangan pohon di ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Gelombang kritik datang dari aktivis lingkungan Kabupaten Sukabumi terkait penebangan pohon mahoni di sepanjang ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu. Penebangan dinilai tidak cermat karena menyebabkan kerusakan fasilitas umum, seperti tiang dan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta membahayakan keselamatan pengendara.

Direktur Utama Amusi, Ronal mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai aktivitas penebangan tanpa koordinasi dan kajian lingkungan yang jelas menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan ruang hijau di jalur nasional tersebut.

“Ini jelas tindakan ceroboh. Pohon-pohon mahoni yang ditebang memiliki fungsi ekologis penting. Akibat penebangan, tiang PJU rusak bahkan patah. Pemerintah tidak boleh diam,” tegas Ronal, Jumat (7/11/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/ekonomi-palabuhanratu-kelapa-hijau-pesisir-citepus-terus-hidup-meski-musim-tak-menentu/

Amusi menilai, peristiwa ini menjadi bukti lemahnya koordinasi antara pihak pelaksana pekerjaan jalan dengan lembaga pengelola lingkungan.

“Kami tidak anti pembangunan, tapi pembangunan harus berwawasan lingkungan. Penebangan seperti ini bukan hanya melanggar etika ekologis, tapi juga bisa melanggar hukum jika tidak disertai izin resmi. Ini harus diusut,” ujarnya.

Selain merusak fasilitas publik, Amusi menyoroti dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat. Ia menyebut sejumlah tiang PJU kini tampak rusak dan berpotensi roboh, sehingga mengancam pengendara, terutama pada malam hari.

Baca: https://mediaaksara.id/riding-for-humanity-komunitas-wartawan-dan-relawan-gelar-aksi-kemanusiaan-pasca-bencana-cisolok-sukabumi/

“Bayangkan jika tiang jatuh menimpa kendaraan. Siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan masalah kecil, ini soal keselamatan publik,” ujarnya.

Amusi mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.
Menurutnya, pembiaran terhadap praktik semacam ini hanya akan membuka peluang bagi kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Baca: https://mediaaksara.id/dputr-159-rutilahu-di-kota-sukabumi-dapat-bantuan-pemprov-jabar-tiga-ribu-rtlh-masih-pr/

“Kami minta investigasi terbuka. Siapa yang memberi perintah, siapa pelaksananya, dan di mana izin penebangannya? Semua harus jelas. Kalau dibiarkan, kejadian serupa akan terus berulang dan yang dirugikan adalah masyarakat,” tukasnya.

Amusi menegaskan pihaknya bersama jaringan aktivis lingkungan akan terus memantau dan siap melaporkan secara resmi bila pemerintah tidak mengambil langkah tegas.

“Kami tidak akan diam. Ini bukan sekadar soal pohon, tapi soal tanggung jawab moral, keselamatan publik, dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak

Kabar Daerah

Laskar Fisabilillah Soroti Pengawasan Miras di Sukabumi, Pemkot Didesak Bertindak

Kabar Daerah

Terjerat Kasus Dugaan Pencurian di Toserba Sukabumi, Driver Ojol Berharap Keadilan Restoratif di Polsek Cibadak

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎