Home / Pemerintahan

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:15 WIB

Fakta 250 Kades Dilaporkan ke Kejaksaan, APDESI dan Bapenda Sukabumi: Bukan Pelaporan Massal, Tapi Sinkronisasi Data! 

Audensi APDESI Kabupaten Sukabumi dengan Bapenda bahas isu pelaporan 250 kepala desa ke kejaksaan Negeri (Kejari) di Aula Kantor Bapenda Palabuhanratu / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) melakukan audiensi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi pada Senin (27/10/2025). Pertemuan digelar untuk meluruskan isu terkait dugaan pelaporan 250 kepala desa ke Kejaksaan Negeri Sukabumi akibat tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Audiensi berlangsung di Aula Bapenda dipimpin oleh Ketua DPC Apdesi Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudi, dan disambut Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, bersama jajaran pejabat serta sejumlah kepala desa.

Deden Deni Wahyudi menegaskan langkah audiensi merupakan respons atas keresahan para kepala desa terhadap kabar pelaporan massal yang beredar.

Baca: https://mediaaksara.id/kampung-adat-ciptagelar-kearifan-lokal-sukabumi-yang-mendunia-lewat-anyaman-dan-simbol-budaya-banten-kidul/

“Kami ingin menjawab keresahan akibat isu adanya 250 desa yang dilaporkan ke Kejaksaan. Hari ini kami duduk bersama untuk menyinkronkan data agar semuanya jelas dan valid,” ujar Deden sebagai Kades Sukakersa, Kecamatan Parakansalak.

Ia menambahkan, Apdesi mendukung penuh upaya Bapenda dalam percepatan pelunasan PBB melalui inovasi digital, seperti layanan pembayaran daring, aplikasi online, dan WhatsApp resmi.

“Sekarang semua serba digital. Kalau ada ketidaksesuaian data bisa langsung diketahui. Kami juga siap membantu sosialisasi program Tebus Murah agar desa-desa bisa menuntaskan kewajiban PBB hingga akhir tahun,” tambahnya yang kerap disebut KDW.

Baca: https://mediaaksara.id/camat-cisolok-tegaskan-evaluasi-pbb-2025-pertahankan-10-besar-capaian-pbb-tertinggi-se-kabupaten-sukabumi/

Apdesi pun menegaskan dukungannya terhadap langkah hukum apabila ditemukan oknum yang menyelewengkan dana atau kewenangan.

Audensi APDESI Kabupaten Sukabumi dengan Bapenda bahas isu pelaporan 250 kepala desa ke kejaksaan Negeri (Kejari) / Foto: Istimewa
Audensi APDESI Kabupaten Sukabumi dengan Bapenda bahas isu pelaporan 250 kepala desa ke kejaksaan Negeri (Kejari) / Foto: Istimewa

“Yang bersalah harus ditindak, tapi yang taat jangan sampai ikut terseret stigma negatif,” pungkas Deden.

Baca: https://mediaaksara.id/dlh-sukabumi-soal-isu-mencuri-di-tanah-sendiri-tambang-ilegal-itu-pelanggaran-bukan-hak/

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, menepis anggapan bahwa audiensi ini terkait pelaporan hukum secara massal. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk meningkatkan akurasi data dan optimalisasi pendapatan daerah.

“Ini bukan soal pelaporan massal, tapi silaturahmi dan sinkronisasi data. Kami justru berterima kasih kepada Apdesi atas dukungannya memperkuat kolaborasi untuk peningkatan pendapatan daerah,” tegas Herdy.

Ia juga menjelaskan perihal isu 250 desa dilaporkan ke kejaksaan perlu disikapi secara proporsional. “Memang pernah ada beberapa kasus lama di tahun 2022–2023, tapi jumlah dan konteksnya tidak seperti yang ramai di publik. Sekarang kita sedang identifikasi ulang data agar jelas,” ungkapnya.

Baca:https://mediaaksara.id/disdukcapil-kota-sukabumi-gaspol-transformasi-digital-urus-ktp-dan-dokumen-cukup-dari-hp-tak-perlu-ke-kantor/

Bapenda dan Apdesi sepakat untuk memperkuat transparansi publik melalui sistem Smart Bapenda, yang memungkinkan masyarakat mengakses e-SPPT, melakukan pembayaran daring, serta memantau status pajak melalui WhatsApp resmi.

“Kami ingin sistem terbuka dan mudah diakses masyarakat. Operator pajak desa juga akan kami bantu untuk memperlancar pelayanan,” jelas Herdy.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk menjaga kondusivitas dan menyampaikan informasi yang akurat.” Tujuan kita sama, membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik dan transparan,” pungkasnya.

 

Sumber: A Taopik

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti Penegakan Reforma Agraria, Hak Petani atas LPRA di Lahan Eks PTPN Harus Dilindungi

Pemerintahan

Dua Pekan 1.300 Siswa di Sukabumi Tak Terima MBG, SPPG di Nagrak Ungkap Kendala Data BGN

Pemerintahan

Tegas! Dikeluhkan Warga Perum karena Bau Menyengat, Peternakan Ayam di Nagrak Disegel Satpol PP Sukabumi ‎