Karang Taruna, Pokmas Salira, dan unsur Pemerintah Kecamatan Jampangkulon tinjau Nenek Wanaram (97) hidup sebatang kara di gubuk lapuk nyaris roboh warga Desa Bojongsari / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Usia senja semestinya menjadi masa penuh kehangatan keluarga dan ketenteraman. Namun, kenyataan berbeda nasib yang dialami Nenek Wanaram (97). Ia hidup seorang diri di sebuah gubuk panggung lapuk yang hampir roboh, di Kampung Cihaur RT 07/RW 05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Selama 35 tahun, gubuk panggung itu menjadi satu-satunya tempat tinggalnya. Lebih memilukan lagi, hampir 45 tahun lamanya ia hidup sebatang kara tanpa keluarga yang mendampingi. Setiap hari, Nenek Wanaram bertahan di rumah dengan dinding lapuk, lantai yang berderit, dan atap bocor yang tak lagi mampu melindungi dari hujan dan panas.
Kondisi pilu ini terungkap saat seorang kurir Pokmas Salira yang diketuai Waryati mengantarkan paket makanan. Dari situ, terbuka fakta menyayat hati tentang seorang lansia yang terlupakan.
Respons cepat pun datang dari Karang Taruna bersama unsur Pemerintah Kecamatan dan Pokmas Salira mendatangi kediaman Nenek Wanaram.

“Kondisi rumah beliau masuk kategori rumah tidak layak huni (rutilahu) dan nyaris roboh. Kami juga membawa tim kesehatan dari Puskesmas untuk memeriksa kesehatan Nenek Wanaram,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Ikbal pada Kamis (18/9/2025).
Sementara itu, Dadun, Sekretaris Kecamatan Jampangkulon menyampaikan “Hari ini kami langsung merespons laporan tersebut dengan mengunjungi rumah Nenek Wanaram bersama Pokmas Salira dan Karang Taruna,” ujarnya mewakili Camat yang sedang bertugas di Bandung.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Camat serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Kami akan mengupayakan perbaikan rumah melalui program rutilahu serta pemeriksaan kesehatan intensif. Harapannya, rumah beliau bisa segera menjadi hunian yang layak,” jelas Dadun.
Sekilas kisah Nenek Wanaram sejatinya adalah sebagian potret Lansia di pelosok sukabumi yang bernasib serupa. Perlu langkah nyata agar pemerintah tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif menemukan dan mencegah agar tak ada lagi warga lanjut usia yang dibiarkan hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Sumber : Sadev@
Redaktur: Rapik Utama







