Sosialisasi Pupuk Hayati “Lumbung Rahayu” di Sukabumi/ Foto MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kolaborasi antara PT. Biogreen Agro Nusa, Yayasan Anugrah Alam, dan Lumbung Rahayu melahirkan inovasi dalam dunia pertanian melalui peluncuran pupuk hayati “Lumbung Rahayu”. Sosialisasi produk dilakukan dalam forum dialog yang digelar pada Sabtu, 27 Juli 2025 di Tuna Bakar Cafe & Resto, Jl. Lingkar Selatan No. 11, Kota Sukabumi.
Kegiatan dihadiri peneliti dari BRIN, Ahmad Fauzi sekaligus perwakilan PT. Biogreen Agro Nusa, Ariswanto selaku Ketua Lumbung Rahayu, Agung Rahman Nurdin dari Yayasan Restu Anugrah Alam serta sejumlah ketua Gapoktan dari Kecamatan Nyalindung dan Sagaranten.
Pertemuan bertujuan menyosialisasikan pemanfaatan pupuk hayati sebagai solusi alternatif ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian dengan biaya murah hasil melimpah.
Dalam sambutannya, Agung Rahman Nurdin menekankan pentingnya sinergi antara dunia riset, pelaku usaha, dan petani sebagai garda terdepan menjaga ketahanan pangan nasional.
Pemaparan produk dilakukan oleh tim dari PT. Biogreen Agro Nusa yang memperkenalkan teknologi mikroba unggulan yang terkandung dalam pupuk hayati “Lumbung Rahayu”.
Sementara itu, Ahmad Fauzi memaparkan penjelasan ilmiah terkait efektivitas pupuk hayati dalam memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil panen secara alami.
Ketua Lumbung Rahayu, Ariswanto turut memberikan arahan teknis mengenai strategi aplikasi pupuk di berbagai jenis lahan, serta proyeksi peningkatan hasil tani jika digunakan secara konsisten. Para peserta dari Gapoktan pun aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan seputar efisiensi biaya produksi dan teknik penggunaan yang tepat.
Kesimpulan dari pertemuan sosialisasi pupuk hayati antara lain:
1. Gapoktan menyambut positif penggunaan pupuk hayati “Lumbung Rahayu” sebagai alternatif pertanian berkelanjutan.
2. Akan dilaksanakan uji coba lapangan (demo plot) di sejumlah desa dengan dukungan sampel pupuk dari Lumbung Rahayu dan Yayasan Anugrah Alam.
3. Kelompok tani yang berminat akan mendapatkan pendampingan teknis terkait cara aplikasi pupuk.
4. Direncanakan pembentukan forum komunikasi antar Gapoktan untuk pertukaran pengalaman dan penguatan kerja sama.
Reporter : Azriel B. Rahman
Redaktur: Rapik Utama







