Home / Kabar Daerah

Sabtu, 5 Juli 2025 - 18:25 WIB

Bupati Asep Japar Dukung Kampung Melon Sukajaya: Potensi Pertanian Modern Jadi Kebanggaan Sukabumi

Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau agrowisata melon di Kampung Melon Desa Sukajaya /Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Bupati Sukabumi, Asep Japar, melakukan peninjauan ke kawasan agrowisata petik buah melon di Kampung Subang Kulon, RT 08 RW 08, Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (5/7/2025).

Lokasi ini dikenal sebagai Kampung Melon Sukajaya, yang mengusung konsep “Menata Peradaban Pertanian” dan menjadi rumah produksi hasil kerja sama antara Hasil Sayur Indonesia dengan BUMDes Terus Jaya Sehat.

Dalam kunjungannya, Bupati Asep Japar menyampaikan apresiasi terhadap potensi pertanian di wilayah tersebut. Ia secara khusus mencicipi dua jenis melon unggulan, yakni Inthanon dan Fujisawa.

Baca: https://mediaaksara.id/meriah-milangkala-ke-41-desa-sukajaya-dihadiri-bupati-sukabumi-dan-semarak-dongdang-hasil-pertanian/

“Rasanya manis dan segar, ini luar biasa. Saya baru merasakan jenis melon seperti ini, dan saya yakin ini bisa menjadi buah kebanggaan Sukabumi. Harapannya bisa dikembangkan dan dipasarkan di cafe-cafe hingga gerai UKM,” ujarnya selepas menghadiri Milangkala Desa Sukajaya ke-41 bersama kepala perangkat daerah.

Bupati juga menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah yaitu Dinas Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan.

Baca: https://mediaaksara.id/proyek-pltmh-disoal-warga-kades-kertamukti-hanya-kesalahpahaman/

“Saya harap dinas terkait dapat memberikan dukungan konkret kepada para petani dan kelompok tani agar pengembangan ini terus berlanjut,” tambahnya.

Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Kepala perangkat daerah meninjau agrowisata melon di Kampung Melon Desa Sukajaya /Foto: MediaAksara
Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Kepala perangkat daerah meninjau agrowisata melon di Kampung Melon Desa Sukajaya /Foto: MediaAksara

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Deden Gunaefi, mengungkapkan sektor pertanian telah menjadi tulang punggung desa sejak lama.

“Kami ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian. Sejak awal, saya dibantu oleh ketua Gapoktan, Pak Khalid, yang merupakan sarjana pertanian dan memiliki pengalaman belajar pertanian modern hingga ke China dan Jepang,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/festival-sholawat-pelajar-se-jawa-barat-ponpes-nurul-huda-yaspin-gelorakan-cinta-nabi-lewat-seni-islami/

Desa Sukajaya memiliki sembilan kelompok tani aktif. Namun, mereka menghadapi tantangan dalam hal pengadaan pupuk dan akses air. Salah satu hambatan utama adalah sistem distribusi pupuk bersubsidi yang masih mengandalkan Kartu Tani, yang belum dimiliki seluruh petani kecil.

Ketua Gapoktan, Khalid, menambahkan jenis melon yang dikembangkan saat ini adalah Inthanon dan Fujisawa, yang telah mulai dipasarkan secara langsung melalui konsep agrowisata.

“Pengunjung bisa memetik sendiri melon langsung dari kebunnya. Harga melon per kilogram mencapai Rp30.000 di Sukabumi, bahkan bisa mencapai Rp70.000 jika dijual di pasaran,” ungkap Khalid.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Siswa Berani Bermimpi Besar

Kabar Daerah

Jembatan Leuwidingding Segera Dibangun, TNI dan Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi Jaga Lingkungan

Kabar Daerah

Armada Sampah Jampangkulon Terbatas, Warga Desak Pemkab Sukabumi Tambah Truk

Kabar Daerah

Festival Kopi Sukabumi Kembali Jadi “Black Gold” Jawa Barat ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Forkopimcam Jampangkulon Bersihkan Pasar Cinagen dan Soroti Kendala Armada Sampah ‎

Kabar Daerah

Polri dan Media Perkuat Sinergi di Tengah Apel Kebangsaan PUI di Sukabumi

Kabar Daerah

Akta Cerai Dipersoalkan, Warga Kalibunder Mengaku Tak Pernah Menerima Panggilan Pengadilan Agama Cibadak

Kabar Daerah

Dana Desa Tahap II 2026 Digulirkan, Jalan Kampung Purbasari Sukabumi Dibangun