Home / Pemerintahan

Selasa, 1 Juli 2025 - 22:05 WIB

Perpres 6/2025: Pemkab Sukabumi Perkuat Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi demi Kendalikan Inflasi dan Dukung Petani Kecil

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi gelar Rapat Evaluasi Pupuk Bersubsidi untuk Periode Januari–Juni 2025 dipimpin Sekda Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat pengawasan distribusi pupuk subsidi pasca diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025. Sekretaris Daerah Ade Suryaman menegaskan pentingnya tata kelola pupuk yang efisien, data petani yang valid, serta sinergi antar lembaga pertanian untuk menjamin ketahanan pangan dan menekan inflasi daerah.

Dalam Rapat Evaluasi Pupuk Bersubsidi untuk Periode Januari–Juni 2025 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/7/2025), Sekda Ade Suryaman menekankan Perpres 6/2025 menjadi landasan dalam membenahi sistem penyaluran pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran dan adil bagi petani kecil.

Menurutnya, Perpres mengatur tata kelola pupuk subsidi secara terstruktur dan efisien. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pupuk yang merata, harga terjangkau, dan akses mudah bagi para petani.

Baca: https://mediaaksara.id/dampak-pembangunan-tol-bocimi-ratusan-makam-di-balekambang-sukabumi-direlokasi/

“Kita ingin petani mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan dengan harga yang wajar,” ujar Sekda.

Ade juga menyoroti peran penting Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pertanian dalam mendukung kebijakan pusat. Ia mewajibkan mereka untuk patuh terhadap ketentuan yang tertuang dalam Perpres demi keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Baca: https://mediaaksara.id/inspektorat-sukabumi-perkuat-pengawasan-dana-desa-lewat-aplikasi-sipedes-tupoksi-bpd-optimal/

Sekda menambahkan distribusi pupuk yang tidak tepat sasaran bisa memicu inflasi daerah. Karena itu, koordinasi antar lembaga harus diperkuat guna mengevaluasi faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan pupuk dan lonjakan harga.

“Pupuk memiliki korelasi erat dengan inflasi daerah,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/mui-sukabumi-imbau-ketertiban-umat-terkait-polemik-rumah-singgah-di-cidahu/

Selain itu, data petani yang valid menjadi hal krusial dalam pelaksanaan kebijakan pupuk subsidi. Sekda meminta seluruh koordinator BPP dan KCD aktif memberikan penyuluhan kepada petani agar memiliki identitas resmi seperti KTP dan NIK.

“Ini bukan hanya soal administrasi, tapi keadilan dalam penerimaan bantuan,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap, implementasi Perpres 6/2025 akan menciptakan distribusi pupuk subsidi yang transparan, efisien, dan berpihak pada petani kecil sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

 

Sumber : Diskominfo Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti Penegakan Reforma Agraria, Hak Petani atas LPRA di Lahan Eks PTPN Harus Dilindungi

Pemerintahan

Dua Pekan 1.300 Siswa di Sukabumi Tak Terima MBG, SPPG di Nagrak Ungkap Kendala Data BGN

Pemerintahan

Tegas! Dikeluhkan Warga Perum karena Bau Menyengat, Peternakan Ayam di Nagrak Disegel Satpol PP Sukabumi ‎

Pemerintahan

Target 10 Besar Porprov Jabar, KONI Sukabumi Perkuat Kolaborasi dengan Pengusaha