Home / Kabar Daerah

Minggu, 11 Mei 2025 - 08:17 WIB

36 Desa di Kabupaten Sukabumi Dilaporkan, Inspektorat Lakukan Evaluasi Dugaan Penyalahgunaan Dana

Kepala Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Komarudin / Foto: Mediaaksara

MEDIAAKSARA.ID – Sebanyak 36 desa di Kabupaten Sukabumi dilaporkan masyarakat ke Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) atas dugaan berbagai pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), aset desa, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang kepala desa.

Informasi terhimpun, puluhan desa yang dilaporkan tersebar di 21 kecamatan. Saat ini, Inspektorat Kabupaten Sukabumi tengah melakukan penelaahan dan pendalaman terhadap semua berkas aduan yang masuk.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Komarudin, dikonfirmasi pada Jumat (9/5/2025) di Pendopo Kabupaten, membenarkan adanya laporan tersebut.

Baca: https://mediaaksara.id/dpmd-sukabumi-286-desa-sudah-salurkan-dana-desa-pemdes-yang-belum-segera-usulkan/

“Benar, namun tidak semua laporan masuk ke Inspektorat. Sebagian juga masuk ke APH. Angka 36 desa adalah akumulasi dari dua sumber laporan,” jelasnya.

Komarudin menegaskan laporan yang masuk masih perlu klarifikasi dan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya. “Kami menggunakan sistem aplikasi khusus aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) guna mengevaluasi indikasi pelanggaran yang dilaporkan,” tambahnya.

Jika dalam evaluasi ditemukan indikasi kuat terjadinya pelanggaran, maka Inspektorat akan menurunkan tim untuk melakukan Pemeriksaan Khusus (Riksus). “Kita tunggu hasil evaluasi Irban, kalau kuat buktinya, baru ditindaklanjuti dengan pemeriksaan khusus,” ujar Komarudin.

Baca: https://mediaaksara.id/kawal-transparansi-kecamatan-palabuhanratu-gelar-evaluasi-dana-desa-2025/

Sebagai langkah preventif, pihaknya telah mengedarkan surat tugas kepada pejabat fungsional untuk melakukan pengawasan rutin terhadap desa. Setiap pejabat diberikan tanggung jawab mengawasi 13 desa dan wajib melaporkan hasil pengawasan setiap minggu.

“Kami harap upaya ini bisa mencegah penyalahgunaan wewenang di tingkat desa, sehingga tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan negara maupun daerah,” pungkasnya.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar