Poster Laskar Fisabilillah soroti SantaSea Sukabumi terkait pengawasan kegiatan hiburan dan informasi temuan BPK / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Polemik kegiatan hiburan di SantaSea Waterpark, Kota Sukabumi, kembali menjadi sorotan. Laskar Fisabilillah mempertanyakan pengawasan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang dinilai sebagian pihak tidak sesuai dengan norma agama dan budaya masyarakat.
Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Kholil, mengatakan pihaknya mengetahui kegiatan dari sejumlah video yang beredar. Ia mempertanyakan fungsi pengawasan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi.
”Kenapa bisa lolos dari pengawasan Disporapar Kota Sukabumi?” ujar Abi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Namun, Abi mengakui dugaan pembiaran maupun indikasi keterlibatan oknum pemerintah masih perlu dibuktikan. Laskar Fisabilillah mendorong evaluasi terhadap mekanisme pengawasan kegiatan di destinasi wisata.
Baca Juga :
Sungai Cikaso Digempur Mesin Sedot, Pemdes Datar Nangka Minta Satpol PP Sukabumi Turun Tangan
Sorotan juga diarahkan pada kerja sama pemerintah daerah dengan pengelola SantaSea. Abi menyebut pihaknya ingin memperoleh kejelasan mengenai informasi yang diterimanya terkait pembayaran temuan BPK yang disebut mencapai sekitar Rp2 miliar.
Ia mengklaim telah memperoleh informasi mengenai pembayaran sekitar Rp200 juta lebih pada Agustus. Namun, angka dan status kewajiban tersebut, menurutnya, masih akan diverifikasi melalui dokumen resmi.
”Kita harus mengumpulkan dulu bukti-bukti temuan BPK. Kalau sudah lengkap baru kita ajukan ke kejaksaan,” katanya.
Laskar Fisabilillah berencana mendatangi Disporapar dan pihak pengelola SantaSea. Mereka juga mendorong evaluasi kontrak kerja sama, termasuk kemungkinan penghentian kerja sama apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti.
Baca Juga :
Sidak Lapas Sukabumi: Narkoba Nihil, Barang Terlarang Masih “Betah”
Abi menegaskan pihaknya belum menyimpulkan adanya permainan atau pelanggaran hukum. Langkah lebih lanjut, termasuk aksi maupun pelaporan, akan dilakukan setelah bukti dan dokumen dinilai cukup.
Polemik ini menjadi ujian bagi pengawasan pemerintah terhadap aktivitas wisata sekaligus keterbukaan pengelolaan kerja sama aset atau usaha daerah. Hingga berita ini ditulis, klaim Laskar Fisabilillah mengenai pengawasan Disporapar dan kewajiban pembayaran temuan BPK masih memerlukan konfirmasi dari Pemkot Sukabumi, Disporapar, BPKPD, serta pihak pengelola SantaSea.
Sebelumnya, warga sekitar SantaSea juga menyampaikan keberatan terkait suara musik kegiatan hiburan yang berlangsung hingga malam dan meminta adanya kesepakatan mengenai batas waktu serta dampak kegiatan terhadap lingkungan.
Hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SantaSea Waterpark. Untuk menjaga objektivitas dan keberimbangan pemberitaan, redaksi akan memuat hak jawab atau klarifikasi dari pihak pengelola apabila telah ada pernyataan resmi.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







