Home / Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 13:08 WIB

Ekspedisi Patriot Bidik Jagung sebagai Mesin Ekonomi Baru di Papua Barat

Tim Ekspedisi Patriot menggelar FGD di Tomage, Fakfak, Papua Barat / Foto: Istimewa

PAPUA BARAT, MEDIAAKSARA.ID — Tim Ekspedisi Patriot yang diketuai Yani Maharani menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana untuk merumuskan strategi pengembangan komoditas jagung di kawasan transmigrasi Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

FGD yang dilaksanakan Rabu (2/9/2026), mengangkat tema “Akselerasi Jagung sebagai Bahan Pangan dan Pakan yang Bernilai Ekonomis Tinggi untuk Menunjang Kesejahteraan Masyarakat Bomberay–Tomage, Papua Barat.”

Forum menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengidentifikasi potensi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengembangan jagung di Tomage.


Baca Juga :

156 Anak dari 30 Kecamatan Ikuti Khitanan Massal HJKS ke-156 di Pendopo Sukabumi ‎

‎Berdasarkan identifikasi lapangan yang telah dilakukan, pengembangan pertanian di kawasan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kondisi lahan, ketersediaan air dan pupuk, pengelolaan kesuburan tanah, keterbatasan sarana-prasarana pertanian, hingga aspek pemasaran dan keberlanjutan usaha tani.

‎Tim Ekspedisi Patriot menilai pengembangan jagung tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Diperlukan ekosistem pertanian yang mendukung, mulai dari akses input produksi, penerapan teknologi, pendampingan petani, penguatan kelembagaan, kepastian pasar hingga keterhubungan dengan sektor peternakan.

“FGD ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi merupakan titik awal untuk menyusun langkah konkret berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.


Baca Juga :

Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS 156, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Agrobisnis

Salah satu pembahasan utama adalah penyusunan sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah Tomage. Hal itu meliputi pemilihan varietas, peningkatan kualitas dan pengelolaan tanah, pemupukan, pengelolaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga penanganan pascapanen.

‎Jagung dinilai memiliki peluang strategis karena tidak hanya dapat dikembangkan sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bahan baku pakan untuk mendukung sektor peternakan. Integrasi kedua sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


Baca Juga :

PKM Kolaborasi se- Indonesia di Desa Wisata Hanjeli Sukabumi, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

‎Hasil FGD perdana akan menjadi bahan bagi Tim Ekspedisi Patriot dalam melakukan pemetaan masalah, menentukan prioritas intervensi, serta merancang demplot dan strategi pengembangan jagung yang adaptif terhadap kondisi lokal.

‎Ke depan, Kelompok Jagung akan melanjutkan identifikasi di berbagai kampung, menggali pengetahuan dan pengalaman petani, serta mengembangkan pendekatan berbasis kondisi nyata di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong transformasi pertanian di Tomage dari aktivitas produksi menuju sistem agribisnis yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat potensi jagung sebagai penggerak ekonomi masyarakat Bomberay–Tomage.

Sumber : @R1f

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

PKM Kolaborasi se- Indonesia di Desa Wisata Hanjeli Sukabumi, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Nasional

‎PWI Tegaskan Bertanggung Jawab atas HPN 2027, Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Nasional

Kartu Pers Bukan Kartu Sakti: PWI Jabar Kecam Oknum Ngamuk di SDN 2 Sukaraja

Nasional

Presiden Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU, Ulang Momen Bersejarah Presiden Soekarno

Nasional

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Nasional

Pelanggan Bisnis dan Industri PLN Jabar Tumbuh Signifikan, Dorong Penguatan Ekonomi Jawa Barat

Nasional

Ekspor Benih Bening Lobster Dihentikan, Nelayan Ujung Genteng Klaim Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen

Nasional

Prabowo Turun Gunung Tangani Karhutla, Dorong Inovasi hingga Sumur Bor di Lahan Gambut