Home / Nasional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Prabowo Turun Gunung Tangani Karhutla, Dorong Inovasi hingga Sumur Bor di Lahan Gambut

Presiden Prabowo Subianto memimpin rakor penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera dengan mendorong inovasi, bahan pemadam alternatif, sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut / Foto: Istimewa

KALIMANTAN, MEDIAAKSARA.ID – Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Setelah meninjau kondisi karhutla di Kalimantan Barat, Presiden melanjutkan koordinasi ke Sumatera Selatan dengan mendorong terobosan baru dalam upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Presiden Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Setibanya di Kalimantan Barat, Kepala Negara langsung memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam rapat, Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo memaparkan perkembangan titik panas (hotspot) selama 24 jam berdasarkan pemantauan satelit. Pemerintah juga mendapat informasi mengenai potensi hujan ringan, terutama di wilayah timur Kalimantan Barat, pada periode 21–27 Agustus 2026.

Usai rapat, Prabowo langsung meninjau lokasi terdampak karhutla di Desa Limbung. Presiden melihat kondisi lahan yang terbakar sekaligus proses penanganan yang dilakukan petugas gabungan.


Baca Juga :

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mahasiswa Sukabumi Guncang Gerakan: Gagasan “Sukabumi Plus” Mengemuka

Presiden menekankan pentingnya penanganan secara cepat dan terkoordinasi agar api segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lain.

Koordinasi penanganan karhutla kemudian dilanjutkan Presiden Prabowo di Sumatera Selatan. Setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Senin (24/8/2026), Presiden langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan yang berada di kawasan bandara.

Dalam rapat, Prabowo mendorong pemerintah terus mencari inovasi dalam penanganan karhutla, termasuk mengembangkan bahan pemadam alternatif yang dapat digunakan untuk memadamkan api maupun mencegah penyebarannya secara lebih efektif.


Baca Juga :

Wartawan Geruduk Kejari Sukabumi, Dugaan Adu Domba, Tuntutan Kasi Intel Mundur! Kajari: Akan Dievaluasi 

Presiden menegaskan seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Berbagai metode penanganan juga akan terus dievaluasi agar pemadaman karhutla dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.

Selain itu, Prabowo meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Dalam jangka panjang, Presiden juga mendorong jajarannya menjadikan tantangan di kawasan gambut sebagai peluang untuk mengembangkan solusi pencegahan yang lebih inovatif. Salah satunya melalui peningkatan pembangunan sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla, tidak hanya melalui pemadaman ketika api muncul, tetapi juga dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

 

Sumber: Rilis BPMI Setpres

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

Keamanan Makanan MBG Jadi Prioritas, Status Sanitasi dan Peran Ahli Gizi SPPG Jadi Sorotan BGN

Nasional

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai Rp180 Triliun, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai ‎

Nasional

Cetak Sejarah di Hadapan Presiden Prabowo, Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 ‎

Nasional

26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan

Nasional

Desy Ratnasari Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

Nasional

‎Website PWI Terkonsolidasi di 38 Daerah, Grand Launching 1 Oktober

Nasional

Heboh! Zainul Munasichin Pertanyakan Rp20 Triliun Tambahan Anggaran BPJS: Rp10 Triliun Dikembalikan ke Kemenkeu

Nasional

PWI dan Bakom RI Soroti Masa Depan Pers, Wacana Keringanan Pajak Media Mengemuka