Home / Nasional

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Pelatihan Nasional SEAMEO BIOTROP Perkuat Pendidikan Berbasis Geopark, Ciletuh Jadi Laboratorium Pembelajaran

Pelatihan Nasional SEAMEO BIOTROP memperkuat GEMS di Ciletuh UNESCO Global Geopark melalui pembelajaran berbasis biodiversitas, agrobiodiversitas, dan potensi lokal di SMAN 1 Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat / Foto: Istimewa

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Pelatihan Nasional SEAMEO BIOTROP memperkuat penerapan Geopark Educational Model for Schools (GEMS) di Ciletuh UNESCO Global Geopark, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Program ini mendorong pemanfaatan potensi geologi, biodiversitas, agrobiodiversitas, budaya, dan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran bagi peserta didik.

Penguatan GEMS dilakukan melalui Pelatihan Nasional bertajuk “Geoparks as Living Laboratories: Integrating Biodiversity Education, Agrobiodiversity, and Sustainable Community Development in Southeast Asia” yang berlangsung, Selasa s/d Kamis, 11–13 Agustus 2026 di SMA Negeri 1 Cikakak.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, bersama unsur Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat wilayah Kabupaten Sukabumi dan pihak SMAN 1 Cikakak.

Doni menekankan pentingnya menjadikan lingkungan sekitar sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, Ciletuh memiliki kekayaan geologi, biodiversitas, pertanian, dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang kontekstual.


Baca Juga :

Polda Jabar Dukung Konferprov PWI, Junjung Profesionalisme Wartawan dan Perangi Hoaks

“Melalui GEMS, kita ingin mendorong sekolah untuk melihat potensi yang ada di sekitarnya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ciletuh memiliki kekayaan geologi, biodiversitas, pertanian, dan budaya yang dapat diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” ujar Doni.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik terkait pemanfaatan potensi lokal. Materi meliputi pengenalan Geopark Ciletuh sebagai ruang belajar, identifikasi komoditas khas Ciletuh, teknik budidaya tanaman sayur dan obat, analisis vegetasi, pengenalan gulma dan Invasive Alien Species (IAS), hingga pemetaan lahan edukatif menggunakan GIS sederhana.

Pelatihan Nasional SEAMEO BIOTROP memperkuat GEMS di Ciletuh UNESCO Global Geopark melalui pembelajaran berbasis biodiversitas, agrobiodiversitas, dan potensi lokal di SMAN 1 Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat / Foto: Istimewa
Pelatihan Nasional SEAMEO BIOTROP memperkuat GEMS di Ciletuh UNESCO Global Geopark melalui pembelajaran berbasis biodiversitas, agrobiodiversitas, dan potensi lokal di SMAN 1 Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat / Foto: Istimewa

Peserta juga melakukan praktik identifikasi vegetasi serta budidaya tanaman obat. Pendekatan dirancang untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar sekolah.


Baca Juga :

51 Rumah Ludes, Warga Ciptamulya Belum Pulang: DPR RI Soroti Relokasi dan Masa Depan Kampung Adat 

Pada hari ketiga, peserta melakukan kunjungan lapangan ke SMP Negeri 1 Cisolok dan Pondok Pesantren Al-Umanaa. Kunjungan mencakup observasi Mini Informasi Geopark Centre, diskusi, serta pengamatan lahan edukatif sebagai contoh penerapan pembelajaran berbasis lingkungan.

Koordinator Program, Dewi Suryani, mengatakan GEMS mengombinasikan pembelajaran di kelas, diskusi, praktik, dan kunjungan lapangan agar peserta mampu menerjemahkan potensi geopark menjadi sumber belajar sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“GEMS dirancang agar geopark dapat dimanfaatkan secara nyata dalam proses pendidikan. Melalui kegiatan di Ciletuh, peserta belajar mengidentifikasi potensi biodiversitas dan agrobiodiversitas, mengembangkan lahan edukatif, serta menghubungkannya dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” jelas Dewi.


Baca Juga :

Tiga Nama Siap Berebut Kendali PWI Jabar, Konferprov Digelar Dua Hari di Bandung

Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara SEAMEO BIOTROP, satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan di kawasan geopark. Kolaborasi diharapkan membuat pemanfaatan geopark sebagai ruang belajar dapat berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.

Pelatihan GEMS di Ciletuh merupakan pelatihan kedua setelah sebelumnya digelar di Rinjani. Pengalaman dari Ciletuh diharapkan menjadi bagian dari pengembangan model GEMS agar dapat terus disempurnakan dan diterapkan di geopark lainnya.

Melalui pemanfaatan geodiversitas, biodiversitas, agrobiodiversitas, budaya, serta pengetahuan lokal, GEMS diharapkan semakin memperkuat posisi geopark sebagai living laboratory sekaligus mendukung pendidikan lingkungan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

 

Reporter: Sr1

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

51 Rumah Ludes, Warga Ciptamulya Belum Pulang: DPR RI Soroti Relokasi dan Masa Depan Kampung Adat 

Nasional

Tiga Nama Siap Berebut Kendali PWI Jabar, Konferprov Digelar Dua Hari di Bandung

Nasional

Indeks Demokrasi Indonesia Menurun, Heri Gunawan Ungkap Peran Utama Warga Sukabumi Jelang Pemilu 2029

Nasional

Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Naik Drastis, Wamendikdasmen Minta Dana Dikelola Amanah dan Tepat Sasaran

Nasional

Wamendikdasmen Ungkap Fakta: 56 Ribu Anak di Sukabumi Tak Bersekolah, Tekankan Pendidikan Formal dan Nonformal Harus Setara

Nasional

Merah Putih Tak Pernah Ingkar, Mengapa Harapan Rakyat Kerap Memudar? Refleksi Kemerdekaan di Tengah Indonesia HUT ke-81 

Nasional

Konferensi PWI Jabar Harus Menjadi Teladan Demokrasi Pers yang Bermartabat Terhindar Politik Uang

Nasional

Tantan Sulthon Resmi Daftar Calon Ketua PWI Jawa Barat, Serukan Pemilihan Demokratis dan Jaga Soliditas Organisasi