Pemeriksaan kesehatan oleh tim Puskesmas Cisaat kepada 15 warga yang diduga terlantar saat bekerja di Tanjung Selor, Kalimantan Utara di aula Dinsos Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Sebanyak 15 warga Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya diduga terlantar saat bekerja sebagai penyadap karet di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, akhirnya dipulangkan ke daerah asal, Rabu (19/8/2026).
Pemulangan terlaksana melalui sinergi Dinas Sosial Kabupaten Tarakan, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi, serta komunitas Bagong Mogok.
Belasan warga berasal dari Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, Warungkiara, Bantargadung, dan Caringin. Setibanya di Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi oleh tim Puskesmas Cisaat.
Baca Juga :
Kepala Puskesmas Cisaat, Yosef Sasmita, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sebelum mereka kembali ke rumahnya masing-masing.
“Pemeriksaan ini menggunakan standar Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan. Mulai dari tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula, dan pemeriksaan lainnya,” ujar Yosef.
Menurutnya, hasil pemeriksaan akan menjadi gambaran awal kondisi kesehatan masing-masing warga. Apabila ditemukan keluhan atau kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, warga akan diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
Baca Juga :
Sabu 42,8 Gram Siap Edar Disita, Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Pengedar Narkoba di Sukabumi
“Kalau ada keluhan, nanti bisa diarahkan untuk penanganan lanjutan. Pemeriksaan ini menjadi cek kesehatan awal,” katanya.
Pemeriksaan terhadap seluruh warga juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dan Dinas Sosial dalam memastikan warga yang telah dipulangkan berada dalam kondisi kesehatan yang terpantau.
Dengan pemulangan warga korban oknum calo pekerja, pemerintah dan pihak terkait berharap 15 warga dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta memperoleh pendampingan apabila masih membutuhkan layanan sosial maupun kesehatan.
Reporter : Sr1
Redaktur: Rapik Utama







