Pembangunan Jalan Prana Kota Sukabumi telah mencapai progres 43 persen. DPUTR memastikan proyek APBD dikerjakan secara transparan dengan beton mutu tinggi dan pengawasan ketat untuk menjamin kualitas jalan / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pembangunan Jalan Prana di Kota Sukabumi terus menunjukkan progres positif. Hingga pekan ketiga pelaksanaan, capaian pekerjaan telah mencapai 43 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 60–70 persen pada pekan ke-12.
Melalui proyek yang dibiayai APBD, Pemerintah Kota Sukabumi memastikan seluruh tahapan pembangunan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas konstruksi agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Henry Yoswara, menjelaskan transparansi telah dimulai sejak proses pengadaan melalui sistem e-purchasing dengan mekanisme mini kompetisi yang diumumkan di RPKPSE Jawa Barat.
Menurutnya, Jalan Prana dibangun menggunakan perkerasan beton sesuai Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2024 Nomor 43/M/BM/2024. Seluruh material berasal dari penyedia resmi dan wajib melalui serangkaian pengujian mutu, mulai dari slump test hingga uji kuat tekan beton pada usia 7, 14, dan 28 hari.
Baca Juga :
Selain diawasi konsultan pengawas dan tim teknis DPUTR, kualitas beton juga diuji oleh laboratorium independen untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis.
“Kami ingin memastikan hasil pembangunan benar-benar kuat, aman, dan memiliki usia layanan yang panjang,” ujar Henry, Jumat (7/8/2026).
Untuk mempercepat penyelesaian, kontraktor menerapkan metode beton mutu tinggi (fast track). Atas persetujuan warga sekitar, pekerjaan juga dilakukan hingga malam hari sehingga target penyelesaian diharapkan lebih cepat dari masa kontrak selama 120 hari.
Baca Juga :
Selama pelaksanaan proyek, DPUTR juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Sukabumi Kota guna mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Henry menegaskan Jalan Prana menjadi prioritas karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Subang Jaya, sekaligus menjadi akses menuju kawasan pendidikan, pusat ekonomi, perkantoran, dan jalur alternatif menuju Jalan Siliwangi.
Ia memastikan seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga serah terima pekerjaan, dilakukan secara akuntabel. Bahkan selama masa pemeliharaan, penyedia jasa tetap bertanggung jawab apabila ditemukan kerusakan.
“Harapan kami, Jalan Prana dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi,” pungkas Henry.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







