Konferprov PWI Jawa Barat 2026 diharapkan menjadi teladan demokrasi organisasi pers yang bebas politik uang, menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan martabat wartawan Indonesia / Foto: Istimewa
BANDUNG, MEDIAAKSARA.ID – Menjadi wartawan bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan mengemban amanah sebagai pilar keempat demokrasi. Karena itu, nilai bermartabat dan berintegritas bukan hanya slogan, tetapi fondasi yang harus dijaga setiap insan pers, terutama menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Konferprov PWI Jabar 2026, “Merawat Profesionalisme Menuju Pers Berintegritas dan Bermartabat”, yang akan digelar di Hotel Horison Bandung pada 12–13 Agustus 2026.
Tema itu dinilai bukan sekadar penghias agenda, melainkan menjadi peringatan dini agar proses suksesi kepemimpinan organisasi berlangsung secara demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi etika profesi.
Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki posisi strategis dalam mengawasi jalannya pemerintahan, menjaga keseimbangan kekuasaan, sekaligus menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan objektif kepada masyarakat. Karena itu, integritas wartawan tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan demokrasi yang sehat.
Baca Juga :
Konferprov PWI Jawa Barat pun diharapkan menjadi ruang demokrasi yang melahirkan pemimpin berdasarkan dedikasi, rekam jejak, dan prestasi, bukan kepentingan sesaat ataupun praktik-praktik yang mencederai marwah organisasi.
Lebih dari 600 peserta diperkirakan hadir dalam forum. Besarnya jumlah peserta menjadi cerminan pentingnya menjaga setiap proses pengambilan keputusan agar berlangsung jujur, bertanggung jawab, dan bebas dari intervensi yang merusak nilai demokrasi.
Dalam catatan reflektif ini, penulis “Imam Wahyudi (Senior PWI)” mengingatkan agar demokrasi di tubuh organisasi profesi tidak terjebak pada praktik transaksional seperti politik uang. Jika itu terjadi, bukan hanya mencederai hasil pemilihan, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan anggota terhadap organisasi.
Baca Juga :
Pengalaman dinamika yang pernah terjadi dalam Kongres PWI sebelumnya diharapkan menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di Jawa Barat. Konferprov PWI Jabar harus menjadi contoh bagaimana organisasi wartawan mampu menjalankan demokrasi secara sehat, adil, dan bermartabat.
Pergantian kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam setiap organisasi. Seperti ungkapan, “Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya,” setiap suksesi harus dimaknai sebagai momentum menghadirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus media digital, budaya kecepatan informasi, hingga maraknya informasi tanpa verifikasi, independensi wartawan menjadi tantangan yang semakin besar. Karena itu, menjaga profesionalisme dan integritas organisasi merupakan langkah awal memperkuat kepercayaan publik terhadap pers.
Konferprov PWI Jawa Barat 2026 diharapkan menjadi tonggak lahirnya kepemimpinan baru yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat profesionalisme, serta memastikan pers tetap menjadi pengawal demokrasi yang independen dan berkeadilan.
Penulis: Imam Wahyudi (Senior PWI).
Redaktur: Rapik Utama







