Home / Kabar Daerah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:55 WIB

Fakta Terungkap! 87 Persen Lahan Sawah Sukabumi Diusulkan Masuk LP2B, Dinas Pertanian Pastikan 2025 Tidak Ada Alih Fungsi LP2B

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengungkap belum ada lahan LP2B yang beralih fungsi pada periode 2025: Kawasan sawah di wilayah Ciemas / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian memastikan belum terdapat lahan yang berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang beralih fungsi selama periode 2025. Namun, pemerintah terus memperkuat upaya perlindungan lahan pertanian melalui pembahasan 87 persen kawasan LP2B dalam Forum Penataan Ruang (FPR).

Sekretaris Dinas pertanian, Denis Eriska kepada awak media memastikan selama 2025 tidak ada wilayah LP2B yang beralih fungsi, kemudian yang beralih fungsi diluar lahan LP2B dimungkinkan alih fungsi lahan.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska diwawancara awak media / Foto: MediaAksara
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska diwawancara awak media / Foto: MediaAksara

“Dengan catatan mereka harus mengganti percetakan lahan ditempat yang lain. Bila lahan sawah itu irigasi teknis harus diganti tiga kali, kalau sifatnya rawa dua kali, dan kalau memang lahan tadah hujan itu satu banding satu penggantinya,” ungkapnya di kantor Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum.


Dari total luasan sekitar 61.800 hektare lahan yang terdata, 87 persennya sekitar 53.000 hektare di antaranya diusulkan masuk dalam kawasan LP2B. Meski demikian, usulan tersebut masih dalam proses dan belum ditetapkan.

“LP2B yang diusulkan masih dalam tahap pengajuan. Nantinya akan melalui proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Denis mewakili Kepala Dinas Pertanian, Kamis (18/6/2026).



Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara



Pemerintah menjelaskan, perlindungan lahan pertanian menjadi langkah strategis untuk menjaga produksi pangan dan mencegah penyusutan luas sawah akibat tekanan pembangunan maupun perubahan penggunaan lahan.

Selain aspek luasan, penentuan lahan yang akan masuk LP2B juga mempertimbangkan kualitas dan produktivitas lahan. Setiap bidang lahan telah memiliki klasifikasi tersendiri yang menjadi dasar dalam proses evaluasi dan penilaian.

 

Reporter: Sr1

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

TMMD ke-130 Kodim 0622 Bangun Sumur Bor, Bantu Kebutuhan Air Bersih 30 KK di Ciemas

Kabar Daerah

Wabup Sukabumi Buka Kades Cup Cidahu, Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi ‎

Kabar Daerah

Ketua SMSI Sukabumi Raya Raih Gelar Magister, PWI Sampaikan Apresias

Kabar Daerah

Tim Voli Putra Desa Ciwaru Melaju ke Final Feby Motor Cup, Libero Muda Curi Perhatian

Kabar Daerah

Hari Wayang Nasional di Pajampangan Jadi Momentum Pelestarian Budaya Sunda ‎

Kabar Daerah

Progres Tol Bocimi Tembus 86 Persen, Dirut Trans Jabar Tol dan Bupati Sukabumi Angkat Bicara!  ‎

Kabar Daerah

Viral Tumpukan Sampah di Medsos Sukabumi, Camat Cidahu Ungkap Masalah yang Tak Kunjung Tuntas

Kabar Daerah

Simulasi Gempa dan Tsunami di Cisolok, 250 Peserta Dilatih Hadapi Situasi Darurat Pesisir Pantai Sukabumi