Suka duka kepulangan jemaah haji kloter 13 Sukabumi bertemu keluarga di Pusbangdai Cikembar, Rabu dini hari (17/6/2026) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Suasana haru dan syukur menyelimuti proses penyambutan kepulangan jemaah haji Kloter 13 JKS asal Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, kawasan Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Rabu (17/6/2026) dini hari.
Berdasarkan jadwal Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, rombongan jemaah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (16/6/2026) pukul 20.20 WIB. Selanjutnya mereka menuju Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Sukabumi pada Rabu dini hari dan tiba di Pusbangdai sekitar pukul 03.00 WIB.
Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan jemaah haji yang berlangsung sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT dan kerja sama semua pihak, jemaah haji Kloter 13 JKS telah tiba di Sukabumi dan kembali berkumpul dengan keluarga. Seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar sesuai rencana yang telah disiapkan,” ujarnya.

Abdul Manan menjelaskan, Kloter 13 JKS awalnya terdiri atas 62 jemaah asal Kabupaten Sukabumi. Namun, satu jemaah meninggal dunia di Tanah Suci setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan dimakamkan di kota suci Makkah.
Jemaah yang wafat tersebut adalah H. Aceng bin Mamad (84), warga Ciutara, Kecamatan Cicurug. Almarhum meninggal dunia di hotel usai menunaikan rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
Selain itu, dua jemaah lanjut usia yang mengalami penurunan kondisi kesehatan setibanya di tanah air langsung mendapatkan penanganan medis. Keduanya, yakni H. Nanang asal Kecamatan Ciambar dan Hj. Kakar asal Kecamatan Lengkong, dipulangkan menggunakan ambulans dengan pendampingan petugas kesehatan.

“Kedua jemaah tersebut berusia di atas 80 tahun sehingga memerlukan perhatian khusus. Alhamdulillah seluruh proses penanganan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Menurut Abdul Manan, kepulangan jemaah haji bukan sekadar berakhirnya perjalanan fisik dari Tanah Suci, melainkan menjadi awal untuk menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak PPIHD Kabupaten Sukabumi juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemulangan jemaah tahun ini guna meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
“Setelah seluruh rangkaian selesai, kami akan menggelar rapat evaluasi bersama seluruh seksi dan bagian panitia. Masukan dari para petugas akan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepada jemaah semakin baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Reporter : De
Redaktur: Rapik Utama







