Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto diwawancara awak media di kampus UMMI / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto, menegaskan Kemendes tengah memetakan wilayah desa yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, termasuk di Kabupaten Sukabumi.
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri usai menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang mengusung tema “Akselerasi Transformasi UMMI: Menguatkan Reputasi, Mewujudkan Kampus Unggulan dan Berdampak.”
Menurut Yandri, Kementerian Desa PDT saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat langkah mitigasi bencana melalui program Desa Ketahanan Iklim dan Desa Tanggap Bencana.
“Sebelumnya saya sudah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup. Saat ini sedang memetakan wilayah yang rawan bencana. Kita memiliki program Desa Ketahanan Iklim dan Desa Tanggap Bencana. Ada gerakan penanaman pohon bersama untuk penghijauan dan menjaga sumber-sumber air,” ujarnya kepada MediaAksara.id, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan bencana. Menurutnya, sampah yang tidak tertangani dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari penyakit saat musim kemarau hingga banjir dan longsor saat musim penghujan akibat tersumbatnya aliran air.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
“Penanganan sampah tidak bisa dianggap enteng. Saat musim hujan bisa menutup saluran air dan memicu banjir maupun longsor. Karena itu, perlu gerakan bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Yandri menegaskan desa memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana. Bahkan, dana desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan iklim dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Wilayah yang sering mengalami bencana biasanya tidak terlepas dari bagaimana kepedulian kita terhadap lingkungan. Desa memiliki program ketahanan iklim dan tanggap bencana, serta dana desa juga bisa digunakan untuk mendukung upaya tersebut,” jelasnya.
Menanggapi keluhan sejumlah kepala desa terkait keterbatasan anggaran dan bantuan stimulan untuk penanganan bencana, Yandri menyebut pemerintah sedang memperkuat program pembangunan berwawasan lingkungan melalui konsep Swasembada Ekonomi Hijau.
“Kami sedang membahas bersama Menteri Lingkungan Hidup untuk memetakan desa-desa yang berada dalam kondisi darurat kebencanaan. Setelah dipetakan, pemerintah dapat memberikan afirmasi,” pungkasnya.
Reporter : Sr1
Redaktur: Rapik Utama







