Home / Kabar Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 17:43 WIB

Kepsek Buka Fakta Sebenarnya! Bukan Disegel, Konflik Internal SMK di Sukabumi Picu Mutasi Massal Siswa

Kepala SMK Taruna Tunas Bangsa, Raihan kepada awak media menegaskan isu penyegelan tidak benar dan menjelaskan alasan mutasi siswa serta nasib kelas 12 di hadapan Muspika Bantargadung Kabupaten Sukabumi/ Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID — Polemik yang menyeret SMK Taruna Tunas Bangsa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Isu penyegelan sekolah yang sempat viral di tengah masyarakat dipastikan tidak sepenuhnya benar.

Kepala SMK Taruna Tunas Bangsa, Raihan, menegaskan persoalan utama bukanlah penutupan sekolah, melainkan konflik internal yang belum terselesaikan.

“Informasi yang beredar itu perlu diluruskan. Tidak ada penyegelan seluruh sekolah. Kalau pun ada, hanya di ruang perpustakaan dan itu pun berlangsung beberapa jam saja,” ujarnya kepada Mediaaksara.id, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah penyegelan bukan untuk menghentikan aktivitas belajar, melainkan strategi agar pihak yayasan segera turun tangan menyelesaikan persoalan.

“Tujuannya supaya yayasan hadir dan kita bisa duduk bersama mencari solusi,” katanya.

Namun di balik klarifikasi itu, kondisi internal sekolah diakui cukup kompleks dan berdampak pada kenyamanan siswa serta kepercayaan orang tua.

Sebagai respons cepat, pihak sekolah membuka dialog dengan orang tua dan siswa. Hasilnya, keputusan besar pun diambil: mutasi siswa kelas 10 dan 11 ke sekolah lain.

“Orang tua menginginkan kepastian dan kenyamanan belajar, sehingga memutuskan untuk memindahkan anak-anak mereka,” jelasnya.

Sementara itu, untuk siswa kelas 12, pihak sekolah memastikan tanggung jawab tetap dijalankan penuh, khususnya terkait kelulusan dan penerbitan ijazah.

“Pelaksanaan Uji Kompetensi (Ujikom) akan dilakukan di SMK Dwiwarna Warungkiara, dan kami tetap bertanggung jawab penuh terhadap ijazah siswa,” tegasnya.

Ke depan, nasib SMK Taruna Tunas Bangsa masih menunggu langkah dari pihak yayasan. Pihak sekolah memilih fokus pada kepentingan siswa, terutama kelas akhir yang tengah menghadapi fase krusial.

“Kami prioritaskan siswa kelas 12 terlebih dahulu. Setelah itu, baru kami lanjutkan komunikasi dengan yayasan,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak

Kabar Daerah

Laskar Fisabilillah Soroti Pengawasan Miras di Sukabumi, Pemkot Didesak Bertindak

Kabar Daerah

Terjerat Kasus Dugaan Pencurian di Toserba Sukabumi, Driver Ojol Berharap Keadilan Restoratif di Polsek Cibadak

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎