Home / Pemerintahan

Senin, 12 Januari 2026 - 20:42 WIB

Menteri BKKBN Turun Salurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi

Menteri BKKBN bersama Forkopimda Kabupaten Sukabumi melaksanakan kunjungan ke keluarga rawan stunting (KRS) di Desa/ Kecamatan Kabandungan / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menekan angka stunting kembali ditegaskan. Bupati Sukabumi Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026), dan dihadiri para kader TPK, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji mengungkapkan stunting masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, di antaranya pernikahan usia dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak.

Baca: https://mediaaksara.id/sindiran-kdm-penanganan-korban-bencana-simpenan-bukan-soal-kewenangan-tapi-kecepatan-pemprov-bantu-10-juta-bulan/

“Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius dan berkontribusi besar terhadap tingginya risiko stunting. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Wihaji.

Ia menekankan pentingnya peran kader dan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar pencegahan stunting dilakukan sejak dini dan menyeluruh.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri BKKBN RI di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi energi baru dalam memperkuat langkah pengentasan stunting.

Baca:https://mediaaksara.id/warudoyong-peringkat-dua-kota-sukabumi-capaian-pajak-73-persen-antar-kecamatan/

“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi membawa semangat dan optimisme baru dalam upaya menekan angka stunting,” ujar Asep.

Bupati menegaskan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program MBG 3B, yang menyasar ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat di bawah arahan Presiden dalam memastikan kecukupan gizi sejak awal kehidupan.

“Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Baca:https://mediaaksara.id/mahasiswa-nu-sukabumi-sorot-kinerja-dbmpr-jabar-desak-evaluasi-total-proyek-jalan-provinsi/

Ia berharap, dengan kondisi tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak dapat lebih fokus belajar dan meraih cita-cita di masa depan.

Bupati juga menegaskan bahwa peran kader TPK sangat strategis, tidak hanya dalam mendistribusikan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi gizi seimbang serta pendampingan langsung kepada keluarga penerima manfaat.

Baca: https://mediaaksara.id/ratusan-pelamar-berebut-jadi-relawan-sppg-ciparay-seleksi-ketat-demi-gizi-masyarakat/

“Dedikasi para kader memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, aman, sehat, dan bergizi seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan,” tambahnya.

Usai kegiatan temu kader, rombongan melanjutkan agenda kunjungan ke keluarga rawan stunting (KRS) serta meninjau rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan, dan dilanjutkan ke Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung.

 

Sumber: Diskominfosan Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Gebyar Sipenyu Sukabumi Bikin Heboh: 10 Kadus dan 7 Desa Diguyur Penghargaan, Ada Hadiah Umrah!

Pemerintahan

Lima Personel Polisi Dipecat Tanpa Hadir, Kapolres Sukabumi Ungkap Pesan Tegas Disiplin Polri ‎

Pemerintahan

518 ASN Kota Sukabumi Masuk Data PPATK, Inspektorat: 120 Diperiksa, Sanksi Berat Bisa Berujung Pemecatan

Pemerintahan

Prioritas Desil 1: 98 Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Phalamartha Sukabumi Dapat Bantuan Rehab Rumah Kemensos

Pemerintahan

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Pemerintahan

Abu Vulkanik Krakatau Ganggu Kualitas Udara, Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah

Pemerintahan

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

Pemerintahan

Karhutla Merebak di Sukabumi, Perhutani Perkuat Patroli dan Pos Pemantauan