Ratusan Pelamar Berebut Jadi Relawan, SPPG Ciparay Seleksi Ketat Demi Gizi Masyarakat
MEDIAAKSARA.ID – Yayasan Alfathonah Anugrah Jampangkulon menggelar proses interview calon relawan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciparay, pada Senin (12/1/2026). Kegiatan berlangsung di lokasi SPPG Ciparay mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Dari total 300 pendaftar, sebanyak 150 kandidat terpilih untuk mengikuti tahap wawancara. Proses interview dipimpin oleh lima orang panitia dari Yayasan Alfathonah Anugrah, dengan fokus penilaian pada komitmen, keterampilan, serta kesesuaian calon relawan dengan visi dan misi program.
Program SPPG Ciparay merupakan inisiatif sosial Yayasan Alfathonah Anugrah yang bergerak dalam penyediaan makanan bergizi gratis bagi siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Yayasan Alfathonah Anugrah, Usep Suganda, menyampaikan kegiatan sebagai bagian dari tahapan rekrutmen relawan yang transparan, dan profesional, hingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.

“Alhamdulillah, proses interview berjalan dengan baik. Melalui seleksi, kami berharap dapat merekrut relawan yang memiliki dedikasi, tanggung jawab, dan kepedulian tinggi demi memberikan pelayanan terbaik dalam pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, SPPG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan kualitas, keamanan pangan, serta standar kebersihan mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Sebagai yayasan yang berbasis di Jampangkulon, Alfathonah Anugrah selama ini aktif mendukung berbagai program sosial, khususnya di bidang kesehatan dan ketahanan pangan. Program SPPG Ciparay juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional.
Ke depan, Usep berharap hasil rekrutmen dapat memperkuat kinerja SPPG Ciparay agar berkembang menjadi model program pemenuhan gizi yang profesional, berkelanjutan, dan layak direplikasi tingkat kabupaten atau nasional.
Sumber: @ Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







