Home / Kabar Daerah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:36 WIB

473 Warga Cidadap Mengungsi di Ruang Kelas, Dapur Umum Seadanya dan Harapan Relokasi Menggema

Penyerahan bantuan ke warga terdampak bencana di Desa Cidadap, Simpenan, Sukabumi yang mengungsi di ruang kelas SDN Kawungluwuk/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Sebanyak 473 warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terpaksa mengungsi di ruang-ruang kelas SDN Kawungluwuk setelah banjir dan tanah longsor melanda wilayah mereka. Kondisi pengungsian masih memprihatinkan, dengan keterbatasan logistik, sarana tidur minim, serta dapur umum yang jauh dari kata layak.

Ruang kelas yang seharusnya dipenuhi aktivitas belajar kini berubah menjadi tempat bertahan hidup. Tikar seadanya dan selimut tipis menjadi alas tidur para pengungsi. Meski bantuan mulai berdatangan, kebutuhan dasar warga masih belum terpenuhi secara optimal.

Koordinator Pengelola Pengungsian SDN Kawungluwuk, Sumardiana, mengungkapkan pada hari-hari awal pascabencana, warga bertahan dengan kemampuan sendiri.

Baca: https://mediaaksara.id/sidak-tanpa-ampun-lapas-nyomplong-sukabumi-nyatakan-perang-terbuka-terhadap-hp-narkoba-dan-pungli/

“Kami sangat kekurangan logistik, baik untuk tidur maupun makan dan minum. Awalnya posko ini kami dirikan secara swadaya, hanya mengandalkan kiriman dari rekan-rekan donatur di kota. Makan secukupnya, seadanya,” ujar Sumardiana, Sabtu (20/12/2025).

Ia menambahkan, keterisolasian Desa Cidadap serta bencana yang terjadi di banyak titik membuat bantuan terlambat menjangkau lokasi pengungsian.

“Dapur umum kami sangat sederhana. Soal kebersihan pun sulit dijaga. Mungkin karena bencana terjadi di mana-mana, kami jadi terasa terabaikan,” lanjutnya.

Baca: https://mediaaksara.id/tangani-kasus-kekerasan-anak-uptd-ppa-palabuhanratu-tegaskan-perlindungan-hak-korban/

Sumardiana juga menceritakan upaya bertahan warga dan pemuda desa yang saling membantu menyelamatkan tetangga mereka di wilayah Kampung Sawah Tengah, Babakan, dan Cisarua, meski dalam kondisi serba terbatas.

“Ada rumah yang hanyut, ada yang tertimbun longsor. Bahkan ada warga yang baru bisa dievakuasi siang tadi, setelah terisolasi sejak Senin malam,” tuturnya .

Di tengah keterbatasan, bantuan relawan mulai menguatkan harapan. Abdillah, relawan dari Hilmi FPI (Front Persaudaraan Islam), menyampaikan sekitar 30 personel diterjunkan untuk membantu evakuasi barang dan pengelolaan dapur umum.

Baca: https://mediaaksara.id/tol-ciawi-sukabumi-dikebut-lahan-kampus-nusa-putra-masuk-psn-target-fungsional-april-2026/

“Kami menyiapkan sekitar 600 porsi makanan per hari untuk tiga kali makan. Jumlah pengungsi sekitar 200 orang, namun terus bertambah karena masih ada warga yang baru keluar dari wilayah terisolasi,”jelasnya.

Lebih dari sekadar bantuan logistik, warga Desa Cidadap menyuarakan harapan besar akan relokasi permanen. Menurut Sumardiana, bencana ini merupakan kejadian ketiga dalam tahun yang sama.

“Kami ingin relokasi. Warga ingin hidup tenang, tidak dihantui rasa takut setiap kali hujan turun. Kami mohon perhatian pemerintah, dari desa hingga provinsi, agar memberikan tempat tinggal yang aman dan layak,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: RapiK Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎