CEO PT Jampang Manggung Multi Media, Aris Wanto (kiri) bersama Aki Iman, pendamping P2WKSS Kabupaten Sukabumi di lokus pertanian Desa/ Kecamatan Gunungguruh / Foto: MediaAksara
MEDIAKSARA.ID – Aris Wanto atau yang akrab disapa Asep Jampang menegaskan peran media dan pertanian memiliki peran strategis yang sama dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat. Menurutnya, informasi yang sehat dan lingkungan yang terjaga merupakan dua fondasi penting bagi masa depan generasi mendatang.
“Media itu bukan hanya soal cepat atau viral, tapi bagaimana informasi bisa mencerdaskan dan membangun kesadaran masyarakat,” ujar Asep Jampang.
Asep menjelaskan, pengalamannya sebagai wartawan Mediajampang.id pada 2016 hingga 2018 menjadi titik awal kesadarannya tentang kekuatan media. Dari lapangan, ia melihat langsung bagaimana sebuah pemberitaan dapat memengaruhi kebijakan publik sekaligus membentuk cara pandang masyarakat.
“Di lapangan saya belajar, satu berita bisa berdampak besar. Karena itu media harus dijalankan dengan tanggung jawab moral, bukan sekadar mengejar sensasi,” ungkapnya.
Berangkat dari pengalaman, Asep Jampang mendirikan PT Jampang Manggung Multi Media pada 2019 dan mengelola Lingkarpena.id. Media ini, kata dia, dirancang sebagai ruang literasi publik yang menyajikan informasi seimbang, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
“Lingkarpena kami arahkan untuk jadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Program-program yang baik harus disampaikan dengan bahasa yang bisa dimengerti publik,” jelasnya.
Selain aktif mengelola media, Asep juga dipercaya mengemban amanah di organisasi profesi. Ia menjabat sebagai Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi dan Sekretaris SMSI Kabupaten Sukabumi. Melalui peran tersebut, ia terus mendorong praktik jurnalistik yang beretika dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami ingin wartawan tetap kritis, tapi juga humanis. Pers harus hadir memberi solusi, bukan memperkeruh keadaan,” katanya.
Tak hanya di sektor media, kepedulian Asep Jampang juga merambah dunia pertanian. Ia memilih terjun sebagai distributor pupuk organik hayati karena melihat dampak jangka panjang penggunaan pupuk kimia terhadap kerusakan tanah.
“Kalau tanah terus diberi bahan kimia, lama-lama rusak. Padahal tanah itu sumber kehidupan. Karena itu saya memilih mendorong penggunaan pupuk organik,”ujarnya.
Menurut Asep, pupuk organik tidak hanya memperbaiki struktur tanah, tetapi juga menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Hasilnya bukan cuma dirasakan petani, tapi juga konsumen. Pangan lebih sehat, lingkungan terjaga, dan itu dampaknya jangka panjang,” tambahnya.
Ia menegaskan, baik melalui media maupun pertanian, tujuannya tetap sama, yakni keberlanjutan dan kemaslahatan bersama.
“Lewat pena dan lewat tanah, saya hanya ingin memberi manfaat. Selama itu baik untuk manusia dan alam, insyaallah jalannya akan selalu ada,” pungkas Asep Jampang
Sumber: @Iyan
Redaktur: Rapik Utama







