Tangkapan layar jembatan terputus usai dihantam derasnya debit air sungai di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi /
Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Jembatan gantung yang menjadi akses utama warga di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, hanyut diterjang banjir bandang pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir warga berdurasi 40 detik yang memperlihatkan derasnya arus sungai setelah hujan turun cukup lama. Dalam rekaman terlihat jembatan perlahan bergeser, lalu terseret arus hingga akhirnya hanyut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Warungkiara, Yudi, membenarkan kejadian itu terjadi di Kampung Ciaraksan RT 01/02, Desa Mekarjaya. Jembatan yang hanyut merupakan penghubung vital antara Kampung Ciaraksan RT 02/01 dan Kampung Bojongkalong RT 01/01.
“Banjir bandang menyebabkan satu unit jembatan gantung hanyut terbawa arus. Dampaknya, sebanyak satu RT dengan 63 kepala keluarga terganggu akses transportasinya,” ungkap Yudi kepada mediaaksara.id, Kamis (11/12/2025).
Ia menegaskan tidak ada warga yang mengungsi maupun terancam, serta tidak ditemukan korban luka atau korban jiwa. Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses kajian lebih lanjut.
Dari hasil pemantauan, tidak ada fasilitas umum maupun fasilitas sosial lainnya yang terdampak, seperti sekolah, tempat ibadah, atau jaringan irigasi.
Usai menerima laporan, P2BK Warungkiara bersama berbagai unsur langsung melakukan penanganan dan koordinasi cepat.
“Koordinasi sudah dilakukan dengan Forkopimcam Warungkiara, pemerintah Desa Mekarjaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pol PP, Tagana, relawan desa, PMI kecamatan, hingga Damkar,” jelas Yudi.
Ia menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan kembali jembatan gantung demi memulihkan akses warga.
Hingga laporan terakhir, sebanyak 63 kepala keluarga di Kampung Bojongkalong masih terisolir akibat hilangnya jembatan penghubung tersebut. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kebutuhan warga.
“Situasi secara umum terkendali, namun akses warga memang terganggu. Kami terus meng-update perkembangan di lapangan,” pungkasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







