Proyek pengaspalan Bankeu Jabar, Desa Mekarjaya, kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Proyek pengaspalan jalan lingkungan di Kampung Cikarasan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan warga. Jalan yang baru dikerjakan itu sudah menunjukkan kerusakan, bahkan sebelum digunakan secara optimal.
Berdasarkan pantauan, jalan sepanjang sekitar 650 meter dengan lebar 1 meter tersebut tampak tidak merata. Pada sejumlah titik, permukaan aspal terlihat sangat tipis hingga batu kerikil masih terlihat jelas. Beberapa ruas juga sudah mulai mengelupas, sehingga muncul dugaan pengerjaan dilakukan tidak sesuai standar konstruksi.
Di lokasi terpasang papan informasi kegiatan yang mencantumkan proyek merupakan Pelaksanaan Pembangunan Desa – Pengaspalan Jalan Lingkungan berlokasi di Kampung Cikarasan. Nilai anggaran tercatat Rp98.000.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat, dikerjakan oleh TPBJ Desa Mekarjaya.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kualitas pengerjaan. Mereka menilai kondisi jalan yang belum lama selesai dibangun itu tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.
“Baru beberapa waktu selesai dibangun, tapi aspalnya sudah terkelupas. Tipis sekali. Kami khawatir tidak lama lagi rusak parah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca: https://mediaaksara.id/bpbd-sukabumi-laporkan-situasi-wilayah-terdampak-bencana/
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera mengecek ulang kualitas pekerjaan dan melakukan perbaikan agar jalan dapat dimanfaatkan secara layak untuk kebutuhan warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Mekarjaya, Utom Bustomi, menjelaskan pengerjaan yang terlihat di lapangan memang belum selesai sepenuhnya.
“Pengerjaan tersebut memang seperti itu, lantaran baru 75 persen dan belum selesai. Rencananya jalan ini akan di-hotmix,” jelas Utom saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).
Ia memastikan tahap pengerjaan berikutnya akan membuat kualitas jalan lebih baik dan lebih kuat untuk pemakaian jangka panjang.
Warga kini menunggu tindak lanjut pekerjaan agar proyek tersebut memenuhi standar kualitas dan benar memberikan manfaat bagi pembangunan desa.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







