Home / Kabar Daerah

Minggu, 8 Juni 2025 - 23:26 WIB

Viral Wakaf Uang di Sukabumi, Budi Gondrong: Potensi Besar Asal Transparan!

Pengamat ekonomi Islam Kota Sukabumi, Budi Lesmana / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Program Wakaf Uang yang tengah digencarkan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial Facebook, khususnya unggahan dari pengamat ekonomi Islam Kota Sukabumi, Budi Lesmana yang kerap dipanggil Budi Gondrong, Minggu (8/6/2025).

Masyarakat ramai memperbincangkan legalitas dan manfaat wakaf uang menurut syariat Islam. Banyak yang penasaran, apakah wakaf uang sah, bagaimana mekanismenya, dan siapa yang mengelola dana tersebut.

Menurut Budi, wakaf secara umum didefinisikan oleh para ulama fiqih sebagai menahan pokok harta dan menyedekahkan manfaatnya. Contohnya seperti tanah yang ditanami pohon jati, hasil dari panen kayunya disedekahkan, tapi tanahnya tetap tidak boleh dijual.

Baca: https://mediaaksara.id/ummi-tuan-rumah-workshop-wakaf-uang-dan-sensus-aset-muhammadiyah-jabar/

Namun, wakaf uang menimbulkan perdebatan. Ketika uang diserahkan kepada nadzir (pengelola wakaf), uang tersebut tidak terlihat bentuk fisiknya seperti tanah atau bangunan. Hal ini membuat mayoritas ulama klasik, termasuk dari mazhab Syafi’i dan Hambali, menolaknya karena dianggap tidak memenuhi syarat wakaf berupa harta tetap (‘ain).

” Mereka menganggap uang langsung hilang bentuknya saat diserahkan, berbeda dengan tanah yang tetap ada. Ini problem utama,” ungkap Budi.

Baca: https://mediaaksara.id/pemkot-sukabumi-tanggapi-laporan-hmi-hak-masyarakat-fokus-selesaikan-perwal-koperasi-merah-putih/

Namun seiring perkembangan fiqih kontemporer, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa atas wakaf uang diperbolehkan, asalkan pokok uang dijaga dan penggunaannya sesuai syariat.

Negara-negara Islam termasuk Indonesia kini mengembangkan wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah. Meski begitu, menurut Budi, masih banyak masyarakat awam yang belum paham bagaimana sistem ini bekerja, termasuk siapa nadzir nya dan bagaimana transparansi pengelolaan dana.

Baca: https://mediaaksara.id/reklame-liar-ditertibkan-pemkot-sukabumi-sikat-bilboard-tanpa-izin/

” Jika tidak dijelaskan secara terbuka, masyarakat bisa salah paham dan justru tidak percaya. Padahal wakaf uang punya potensi luar biasa dalam membangun ekonomi umat,” ujar Budi.

Wakaf uang merupakan inovasi dalam filantropi Islam, tapi keberhasilannya sangat tergantung pada literasi publik, edukasi pemerintah, dan akuntabilitas lembaga pengelola.

Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan tidak hanya membuat program ini viral, tapi juga menyediakan edukasi yang massif agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.

 

Reporter : Nald

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

PKPA Angkatan VI DPC Peradi Cibadak Diikuti 36 Peserta, Cetak Advokat Muda Berintegritas

Kabar Daerah

Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Siswa Berani Bermimpi Besar

Kabar Daerah

Jembatan Leuwidingding Segera Dibangun, TNI dan Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi Jaga Lingkungan

Kabar Daerah

Armada Sampah Jampangkulon Terbatas, Warga Desak Pemkab Sukabumi Tambah Truk

Kabar Daerah

Festival Kopi Sukabumi Kembali Jadi “Black Gold” Jawa Barat ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Forkopimcam Jampangkulon Bersihkan Pasar Cinagen dan Soroti Kendala Armada Sampah ‎

Kabar Daerah

Polri dan Media Perkuat Sinergi di Tengah Apel Kebangsaan PUI di Sukabumi

Kabar Daerah

Akta Cerai Dipersoalkan, Warga Kalibunder Mengaku Tak Pernah Menerima Panggilan Pengadilan Agama Cibadak