Ketum Ikatan Alumni Ponpes Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi Toto Izul Fatah Sekaligus Peneliti Senior LSI Denny JA / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Berbagai persoalan sedang melanda bangsa Indonesia, baik di pemerintahan maupun di masyarakat. Menurut Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Toto Izul Fatah, penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya dengan pendekatan ilmiah, tetapi juga memerlukan ikhtiar batin yang bersifat teologis, teleologis, dan eskatologis.
Dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (17/2/2025), Toto menyoroti berbagai persoalan, seperti krisis keuangan negara, praktik korupsi yang meluas, konflik sosial, serta bencana alam di beberapa daerah. Ia menilai kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi dan taubat nasional.
“Harus ada kesadaran kolektif bahwa ada yang salah dalam diri kita, baik pemimpin, penegak hukum, wakil rakyat, pengusaha, pendidik, maupun masyarakat,” ujar Toto.
Ia menekankan bahwa taubat nasional sebaiknya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk ajakan kepada seluruh rakyat untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Ini memang bukan kegiatan ilmiah, tapi justru di situlah urgensinya. Jika berbagai upaya lahiriah gagal, maka kita perlu menghadirkan Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Sebagai peneliti senior di LSI Denny JA, Toto meyakini bahwa carut-marut yang terjadi bukan mustahil merupakan akibat dari semakin jauhnya pemimpin dan rakyat dari Tuhan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak malu mengakui dosa dan meminta ampunan kepada Allah atas berbagai kesalahan, termasuk korupsi, penipuan, ketidakadilan, keserakahan, dan penindasan.
Toto juga mengingatkan bahwa jika bangsa ini tidak segera bertaubat, berbagai kesulitan, penderitaan, dan musibah bisa terus berlanjut.
“Kita tidak malu meminta bantuan dari negara lain seperti Timur Tengah, Eropa, atau China. Tapi mengapa kita gengsi meminta bantuan kepada Tuhan, padahal itu gratis? Cukup bertaubat saja,” tandasnya.
Reporter: Rapik Utama







