Home / Kabar Daerah

Selasa, 20 Mei 2025 - 16:40 WIB

TKSK Warungkiara Ungkap Kriteria dan Jenis Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Warungkiara dan Puskesos Monev ke Warga Penerima Program Pembangunan Rutilahu / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Yudi, menjelaskan sejumlah kriteria dan jenis Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih banyak ditemui di wilayahnya.

Menurut Yudi, rumah tidak layak huni adalah hunian yang tidak memenuhi standar minimal sebagai tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman. Ia merinci beberapa indikator utama yang menentukan kelayakan suatu rumah.

Baca: https://mediaaksara.id/760-rumah-akan-direhab-korfas-disperkim-dorong-usulan-rutilahu-sukabumi-untuk-2026/

Kriteria Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) :

1. Kondisi Fisik: Dinding retak atau rapuh, Atap bocor atau tidak layak dan Lantai rusak atau berlubang.

2. Sanitasi Buruk: Tidak memiliki akses air bersih,
Sistem pembuangan limbah yang tidak memadai dan Kotoran dan sampah menumpuk.

3. Ventilasi dan Pencahayaan: Jendela kecil atau tertutup dan Ventilasi udara buruk sehingga menyebabkan kelembapan tinggi.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Warungkiara dan Puskesos Monev ke Warga Penerima Program Pembangunan Rutilahu / Foto: Istimewa
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Warungkiara dan Puskesos Monev ke Warga Penerima Program Pembangunan Rutilahu / Foto: Istimewa

4. Lokasi Berisiko: Terletak di area rawan bencana seperti banjir, longsor, atau gempa dan Dekat dengan sumber polusi seperti sungai tercemar atau jalan raya berdebu.

5. Fasilitas Dasar Minim: Tidak ada akses listrik yang memadai, Tidak tersedia MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Baca: https://mediaaksara.id/dua-belas-desa-di-kecamatan-warungkiara-ajukan-rutilahu-satu-desa-belum/

Jenis Rumah Tidak Layak Huni:

1.Rumah Kumuh (Slum Dwelling): Padat penduduk, infrastruktur minim, dan bangunan semi-permanen.

2.Rumah Tidak Terawat: Material bangunan lapuk, rusak parah akibat kurang perawatan.

3.Rumah di Area Berisiko: Terletak di bantaran sungai, lereng curam, atau dekat tempat pembuangan akhir (TPA).

4. Rumah Sementara atau Darurat: Dibangun tanpa standar kelayakan, seperti hunian untuk pengungsi.

5. Rumah dengan Bahaya Struktural: Fondasi lemah, bangunan miring, atau menggunakan material berbahaya seperti asbes.

Baca: https://mediaaksara.id/hidup-di-atas-kuburan-ibu-eha-menanti-uluran-tangan-di-balik-keterbatasan-pemdes-sindangresmi/

“Seluruh kriteria ini penting untuk menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat,” pungkas Yudi, Senin (19/5/2025).

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

‎30 Lilin Menyala di Gedung Juang, Doa untuk 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Saat Liputan Erupsi

Kabar Daerah

KONI Sukabumi Tancap Gas, 509 Personel Disiapkan Bidik 90 Medali di Porprov Jabar 2026

Kabar Daerah

Bukan Cuma Knalpot Brong, Forkopimcam Jampangkulon Soroti 3 Potensi Gangguan Kamtibmas

Kabar Daerah

30 Hari Berkarya di Desa Walangsari, KKN Nusa Putra Tinggalkan Jejak dari Pendidikan hingga Fasilitas Madrasah

Kabar Daerah

Tak Sekadar Seremoni! Mojang-Jajaka Sukabumi Ungkap Lilin Kecil di HJKS ke-156

Kabar Daerah

Sekar Budaya HJKS ke-156 Meriah, Euforia Warga Sukabumi Larut Dalam Pesona Budaya Sunda

Kabar Daerah

Hari Pelanggan Nasional, PLN Sukabumi Perkuat Sinergi dengan PT Glostar Indonesia

Kabar Daerah

Sampah Jadi Persoalan Warga Sukabumi, Mahasiswa Nusa Putra Bawa Inovasi Teknologi Tepat Guna