Home / Kabar Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 12:44 WIB

Tangis Warga Cijambe Pecah di Forum Relokasi Bencana, Sebut KDM Bapak Aing Pertanyakan Nasib Korban Tanah Bergerak

Keprihatinan tampak dari tatapan warga terdampak bencana pergerakan tanah kampung Cijambe saat rapat relokasi di Kantor Desa- Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Suasana rapat relokasi bencana di kantor Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah haru. Seorang warga Kampung Cijambe, Jalal (58), tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kegelisahannya di hadapan aparat kecamatan dan desa, Selasa (28/4/2026).

Dengan suara bergetar, Jalal memohon kejelasan terkait relokasi hunian tetap yang hingga kini belum juga pasti. Ia bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) , berharap ada perhatian serius terhadap nasib warga terdampak.

“Tolong saya Pak Camat, Pak Dedi Mulyadi… nasib kami bagaimana, Pak? Relokasi tidak pasti,” ucapnya lirih di tengah forum.


Tangis Jalal pecah bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah kehilangan tempat tinggal akibat pergerakan tanah yang belum tertangani secara tuntas. Dalam kondisi tersebut, beban hidupnya semakin berat karena pendidikan anaknya turut terdampak.

Ia menyebut, sekolah anaknya di SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) terpaksa ditutup, sehingga masa depan pendidikan anaknya kini tidak menentu.


Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id


“Permasalahan tanah belum selesai. Anak saya sekolahnya ditutup. Bagaimana saya bisa fokus mencari nafkah, sementara saya sudah tidak punya rumah,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Warga terdampak bencana pergerakan tanah kampung Cijambe "Jalal" menangis saat rapat relokasi di Kantor Desa- Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

Kisah Jalal mencerminkan kegelisahan banyak warga penyintas bencana. Hingga kini, relokasi yang dijanjikan belum menunjukkan kepastian, sementara tekanan ekonomi dan sosial terus meningkat.


Di hadapan unsur pemerintah, suara Jalal menjadi simbol tuntutan warga akan kejelasan: kapan mereka benar-benar dipindahkan ke hunian yang aman dan layak.

Rapat yang diharapkan menjadi ruang solusi justru membuka kembali persoalan mendasar, mulai dari lambannya penanganan hingga minimnya kepastian bagi warga korban bencana.

Kini, harapan warga menggantung pada langkah nyata pemerintah. Apakah relokasi segera direalisasikan, atau jeritan warga hanya akan kembali menjadi catatan pilu yang terabaikan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Heri Gunawan Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Dugaan Susu Kedaluwarsa Penyebab Puluhan Siswa Keracunan

Kabar Daerah

MUI Kabupaten Sukabumi Kunjungi Kasepuhan Ciptamulya, Sampaikan Doa bagi Korban Kebakaran

Kabar Daerah

Diduga Abai Atau Sengaja? Sungai Berubah Keruh, Warga Cikembar Riskan Limbah Batu Hijau Cemari Sumber Air Bersih

Kabar Daerah

Resmi Bertransformasi, Perumda BPR Sukabumi Kini Bernama PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda)

Kabar Daerah

Relawan KDM Sukabumi Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

Kabar Daerah

Kasus 39 Siswa Diduga Keracunan MBG di SPPG Cibadak, Dinkes Sukabumi Temukan Susu Expired dan Tunggu Hasil Lab

Kabar Daerah

ESDM Jabar Tutup Tiga dari Sepuluh Tambang Batu Hijau di Cikembar! Ancaman PETI di Pidana hingga Denda Rp100 Miliar

Kabar Daerah

Siswa SD di Cibadak Diduga Keracunan Susu Program MBG, Satu Anak Dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi Sukabumi