Home / Peristiwa

Senin, 6 April 2026 - 22:14 WIB

Tangis Pilu Ibu di Sukabumi: 4 Bulan Menunggu Keadilan, Kasus Dugaan Pelecehan Anak “Sodom1” Tak Kunjung Terang

“YM” ibu korban dugaan pelecehan anak “Sodom1” saat diwawancarai awak media / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID — Harapan seorang ibu di Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya kini berada di titik paling melelahkan. Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang ia laporkan, hingga kini masih berjalan di tempat.

Laporan tersebut diajukan YM (33) ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025, dengan nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/Polres Sukabumi. Namun setelah lebih dari empat bulan, perkembangan kasus disebut belum menunjukkan titik terang.

Kasus ini bermula pada 6 Oktober 2025, saat YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu akibat keluhan serius disertai pendarahan. Sebelumnya, korban sempat mendapat penanganan dari bidan desa.

Hasil pemeriksaan medis kala itu mengarah pada dugaan adanya tindakan tidak wajar. Temuan tersebut mendorong YM menempuh jalur hukum. Namun, proses yang dijalani tidak semudah harapan. YM mengaku terus menerima jawaban serupa dari penyidik: menunggu hasil ahli forensik dan keterangan dokter.

“Saya datang ke polisi menanyakan perkembangan, tapi jawabannya masih sama, menunggu,” ujar YM, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, penyidik masih menanti hasil pemeriksaan lanjutan dari ahli forensik serta keterangan tambahan dari dokter yang sebelumnya menangani korban.

Keterbatasan informasi pun membuat YM semakin kebingungan. Ia mengaku tidak mendapat penjelasan rinci terkait hasil medis.

“Saya hanya diberi penjelasan terbatas. Bahkan disebut ada kemungkinan lain, tapi saya bantah karena saya tahu kondisi anak saya,” tegasnya.

Di sisi lain, kata YM, polisi disebut tidak dapat memaksakan keterangan tenaga medis karena statusnya sebagai saksi. Kondisi ini membuat proses pembuktian berjalan lambat.

YM bahkan diminta mencari klarifikasi sendiri ke pihak rumah sakit. Namun upaya itu tak membuahkan hasil karena dokter yang dimaksud tidak berada di tempat.

Upaya melalui pendamping hukum juga belum maksimal. Komunikasi disebut hanya berlangsung via telepon tanpa pendampingan langsung.

Dalam keputusasaan, YM sempat mengunggah video pengakuan anaknya ke media sosial hingga viral. Namun langkah tersebut justru berujung teguran.

“Saya didatangi aparat, lalu diminta menghapus video karena dianggap bisa merusak nama institusi,” keluhnya.

Ironisnya, setelah video tersebut viral, baru terlihat adanya langkah lanjutan dari aparat, termasuk pemanggilan ahli forensik. YM dan anaknya bahkan menjalani pemeriksaan hingga empat jam.

Namun setelah itu, situasi kembali stagnan.

“Habis itu tidak ada kabar lagi. Saya harus datang sendiri ke polres untuk bertanya,” katanya.

Hingga kini, YM masih bertahan dengan harapan sederhana: keadilan bagi anaknya yang terkadang jadi korban perundungan.

“Saya hanya ingin pelaku terungkap dan proses ini tidak berhenti di tengah jalan. Ditambah sedih dan sakit hati kalau anak sudah mengadu sambil menangis karena sudah diejek oleh temannya atau orang dewasa,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi belum memberikan keterangan resmi meski telah diupayakan konfirmasi.

 

Reporter: Juliansyah

Redaksi: Rapik Utama

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Share :

Baca Juga

Peristiwa

RT/RW Kota Sukabumi Mengamuk! P2RW Terancam Hilang, Wali Kota Diultimatum: Jangan Ingkar Janji Politik

Peristiwa

Kebakaran Madrasah di Tegalbuleud Sukabumi, Kebutuhan Pos Damkar Kembali Disorot

Peristiwa

Diduga Depresi Persiapan Nikah, Karyawan Alfa di Sukabumi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Peristiwa

Rumah dan Traktor Ludes Terbakar di Sukabumi, Kerugian Capai Rp100 Juta

Peristiwa

Kios Makanan di Cikembar Sukabumi Terbakar, Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Peristiwa

Nahas Balita 4 Tahun Tewas Tercebur Septic Tank di Sukabumi, TKP Terbuka Jadi Sorotan

Peristiwa

PAUD & Posyandu di Cibadak Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp50 Juta

Peristiwa

Laka Truk Bermuatan Sekam Terguling di Tanjakan Baeud, Jalur Ekstrem Jalan Nasional Kembali Makan Korban