Home / Kabar Daerah

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:19 WIB

Skandal Dugaan Pelecehan Santri di Sukabumi Menggema! Polisi Didesak Tangkap Terduga Pelaku, Publik Menunggu Kepastian Hukum

Poster sosialisasi stop kekerasan & pelecehan terhadap anak serta perempuan: Isep Panji soroti penanganan kasus dugaan pelecehan santri di Cicantayan Kabupaten Sukabumi/ Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID — Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cikantaian, Kabupaten Sukabumi, terus menuai sorotan publik. Hingga kini, belum terlihat langkah hukum tegas terhadap terduga pelaku, memicu desakan kuat agar aparat segera bertindak.

Wartawan Sukabumi utara, Isep Panji, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bergerak cepat dan profesional menangani kasus tersebut. Ia menegaskan, perkara yang menyangkut masa depan dan martabat anak tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa kepastian hukum.

“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap dan memproses hukum terduga pelaku, di mana pun keberadaannya saat ini. Ini bukan perkara sepele, ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegasnya, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga: https://mediaaksara.id/viral-video-laka-tanpa-sensor-di-cibadak-keluarga-korban-memohon-hentikan-ini-lukai-duka-kami/

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan pelecehan seksual yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis mendalam. Selain itu, kejadian ini dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Informasi sementara yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan terduga pelaku merupakan sosok yang dikenal luas, bahkan diduga sebagai tokoh ulama sekaligus pimpinan salah satu pondok pesantren di Sukabumi. Hal ini semakin memperkuat keprihatinan publik.

“Jika benar demikian, ini sangat memprihatinkan dan memalukan. Tidak boleh ada perlindungan terhadap siapa pun yang diduga melakukan kejahatan, apalagi terhadap anak,” lanjutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian yang disebut menangani laporan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Minimnya informasi terkait perkembangan kasus ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Publik berharap aparat penegak hukum dapat bertindak transparan, profesional, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan keadilan. Kasus juga diharapkan menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.

Desakan terus menguat agar proses hukum dilakukan secara terbuka guna menghindari spekulasi liar sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum dan lembaga pendidikan di Sukabumi.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar

Kabar Daerah

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Sukabumi Justru Terima Setengahnya, Ada Apa di Balik Rantai Distribusi?

Kabar Daerah

Operasi Lebih Aman di RSUD Jampangkulon, Peran Dokter Anestesi Jadi Kunci Keselamatan Pasien