Home / Sosial Ekonomi

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:44 WIB

Tanah Bergerak, Warga Terusir: 214 KK Terdampak Bencana Bantargadung, BPBD Sukabumi Status Darurat Disiapkan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki usai meninjau lokasi pengungsian pergerakan tanah di SDN Bantargadung, Rabu (4/3/2026) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, bukan sekadar retakan di permukaan tanah. Bencana telah mengusik rasa aman dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah yang selama ini mereka tempati.

Data terbaru mencatat 214 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat fenomena alam tersebut. Sebagian besar kini hidup dalam ketidakpastian, bergantung pada tenda pengungsian dan bantuan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyampaikan pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama Bupati Sukabumi serta perangkat daerah lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Alhamdulillah kami bersama Pak Bupati dan rombongan meninjau langsung tenda penampungan akibat pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Total terdampak mencapai 214 kepala keluarga,” ujar Eki, Rabu (4/3/2026).

Dari jumlah tersebut, 48 KK memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat demi menghindari risiko lanjutan. Sementara satu KK mengontrak rumah, dan 63 KK atau sekitar 207 jiwa kini bertahan di tenda-tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran warga terhadap potensi pergerakan tanah susulan. Ancaman bencana belum sepenuhnya berlalu, terlebih saat curah hujan masih tinggi.

BPBD memastikan distribusi bantuan logistik telah dilakukan sejak hari pertama pengungsian. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan tidur, hingga layanan kesehatan.

“Selama di penampungan kami sudah menyalurkan sembako, selimut, dan mi instan. Dari Dinas Sosial juga ada bantuan kasur. Hari ini bantuan obat-obatan telah diserahkan kepada Kepala Puskesmas Bantargadung,” jelas Eki.

Di tengah situasi darurat ini, BPBD kembali mengingatkan warga agar tidak lengah. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi memperparah kondisi tanah yang sudah labil.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi, segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” tegasnya.

Terkait penetapan status darurat bencana, BPBD menyatakan koordinasi lintas sektor tengah dilakukan guna memastikan penanganan lebih terstruktur dan maksimal.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Tebar Daging Kurban untuk Warga, Perkuat Kepedulian Sosial di Idul Adha 1447 H 

Sosial Ekonomi

Kolaborasi RSUD dan Puskesmas Jampangkulon Sukses Gelar Donor Darah

Sosial Ekonomi

Bedah Rumah Janda Lansia di Sukabumi Jadi Contoh Kolaborasi Sosial, Dinas Perkim Apresiasi Gotong Royong Pengusaha dan Warga

Sosial Ekonomi

Bupati Sukabumi Blusukan ke Kampung Padat Penduduk, Ribuan Kantong Daging Kurban Dibagikan untuk Warga

Sosial Ekonomi

Ironi Si Miskin Dianggap Sejahtera, Jeritan Warga Sukabumi yang Tersingkir dari Bantuan Sosial Akibat Data Desil Diduga Hoax

Sosial Ekonomi

Bedah Rumah Rutilahu di Cibadak, Pemkab Sukabumi Perkuat Kepedulian Sosial untuk Warga Miskin

Sosial Ekonomi

Lansia 60 Tahun Warga Parungkuda Masih Bertahan Jualan di Pinggir Jalan, “Kalau Berhenti, Saya Tidak Makan”

Sosial Ekonomi

TP PKK Jampangkulon Salurkan 21 Kacamata Gratis untuk Pelajar, Dukung Kesehatan Mata dan Prestasi Belajar