Home / Advertorial

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:21 WIB

Tak Ada Ampun! Bupati Sukabumi Bereaksi Keras soal Tewasnya NS di Jampangkulon

Bupati Sukabumi Asep Japar bereaksi keras atas meninggalnya NS (13) di Jampangkulon. Tegaskan tak ada toleransi kekerasan terhadap anak dan pengusutan tuntas oleh polisi, Kamis (26/2/2026) di Gedung Pendopo / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Tragedi meninggalnya NS (13), seorang anak di Kecamatan Jampangkulon, memantik perhatian serius Asep Japar. Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa memilukan yang mengguncang rasa kemanusiaan.

Bupati menegaskan komitmennya untuk berdiri tegak di sisi keadilan bagi korban, sekaligus menekankan pentingnya perlindungan hak anak tanpa kompromi dan tanpa intervensi pihak mana pun.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya sangat berduka. Ini adalah luka bagi kita semua. Saya tegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, apa pun alasannya,” ujar Asep Japar, Kamis (26/2/2026), di Pendopo Sukabumi.

Dalam pernyataannya, Asep menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan, objektif, dan profesional. Ia menekankan siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan maupun kelalaian harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya yakin penyidik bekerja secara objektif dan profesional. Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Asep Japar juga menginstruksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hingga aparatur di tingkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap kondisi lingkungan masyarakat.

“Saya minta seluruh jajaran, camat hingga kepala desa, lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh tetangga maupun aparat setempat. Kita harus saling menjaga,” tambahnya.

Bupati turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun tindakan semena-mena terhadap anak.

“Jangan anggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai urusan internal jika sudah mengancam nyawa. Segera lapor. Mari kita jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak,” pungkasnya.

 

Sumber: Diskominfosan Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pelajar Kabupaten Sukabumi Raih Emas O2SN Jawa Barat 2026, Dinas Pendidikan Beri Apresiasi

Advertorial

DPU Kabupaten Sukabumi Matangkan Proyek Infrastruktur 2026, Tekankan Tepat Mutu dan Tepat Sasaran

Advertorial

Buka Bersama KODRAT Sukabumi, Pesan Sang Guru Menggetarkan: Akhlak & Prestasi Jadi Kunci!

Advertorial

Kredit PRIMAS BPR Sukabumi: Pinjaman Hingga Rp5 Juta Tanpa Bunga untuk Dorong Ekonomi Rakyat

Advertorial

Tak Sekadar Aktor, Angga Yunanda Sosok Inspiratif Generasi Digital Bijak Indonesia

Advertorial

Viral Buruh Pabrik Sukabumi Depresi Usai PHK 3 Minggu, APINDO Siap Bantu Korban Pungli! 

Advertorial

Truk Semen Terperosok di Jalan Pelabuhan II Sukabumi, Lalu Lintas Macet Tersendat

Advertorial

Tak Sekadar Viral, Angga Yunanda Jadi Simbol Anak Muda Indonesia Siap Pimpin Perubahan 2045