Hujan Tak Henti, Pergeseran Tanah Ancam Bantargadung: BPBD Catat Tiga Bencana 

Tim gabungan bersama BPBD meninjau kondisi dampak pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/2/2026). / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID — Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam. BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya tiga kejadian bencana menonjol yang terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bantargadung, Nagrak, dan Waluran.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebut pergeseran tanah di Kecamatan Bantargadung menjadi perhatian utama. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cijambe RT 05/RW 07, Desa Bantargadung, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sejak Minggu hingga Rabu (22–25 Februari 2026).

“Retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah. Hingga saat ini tercatat 10 kepala keluarga terdampak dengan kategori rusak ringan,” ujar Daeng, Rabu (25/2/2026) malam.

Selain Bantargadung, cuaca ekstrem juga menimbulkan dampak di Kecamatan Nagrak. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Kampung Cibuluh, Desa Cihanyawar, Selasa (24/2/2026). Satu rumah mengalami kerusakan sedang dan proses evakuasi pohon berhasil dilakukan keesokan harinya.

Sementara itu di Kecamatan Waluran, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga di Desa Mekarmukti. Lima lembar asbes beterbangan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan melalui Pusdalops, jaringan P2BK, serta pemetaan titik rawan berbasis aplikasi kebencanaan dan informasi peringatan dini cuaca.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan angin kencang. Segera laporkan jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” tegas Daeng.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama