Home / Kabar Daerah

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:54 WIB

Pagu Rp15 Ribu MBG Tak Sekadar untuk Makanan, Kepala SPPG Assalam Buka Rincian Anggaran

Guru bersama siswa-siswi RA Al-Mukhtar, Warungkiara, Kabupaten Sukabumi saat menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik, khususnya terkait besaran pagu anggaran Rp15.000 per porsi. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Pesantren Modern Assalam, Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Reza, menegaskan anggaran tersebut tidak semata-mata digunakan untuk pembelian bahan makanan, melainkan mencakup seluruh kebutuhan operasional dapur MBG.

“Perlu dipahami bersama, Rp15.000 itu bukan hanya untuk makanan. Di dalamnya ada pembagian yang sudah diatur agar program berjalan optimal dan berkelanjutan,”ujar Reza saat ditemui di dapur MBG Ponpes Modern Assalam, Rabu (25/2/2026).

Reza memaparkan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000 dialokasikan khusus untuk bahan makanan dan pemenuhan gizi penerima manfaat. Sasaran program ini meliputi balita, pelajar SD hingga SMA, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Sementara itu, sekitar Rp3.000 per porsi digunakan untuk kebutuhan operasional, seperti gaji karyawan dapur, biaya listrik, gas, dan kebutuhan pendukung lainnya. Adapun sisa Rp2.000 dialokasikan untuk sewa tempat, peremajaan alat masak, serta pemeliharaan fasilitas dapur.

“Kalau dihitung hanya untuk makanannya saja tentu tidak cukup. Karena ini program terpadu, maka operasional dapur, tenaga kerja, hingga sarana pendukung harus diperhitungkan agar kualitas makanan tetap terjaga,” tegasnya.

Dampak positif program MBG dirasakan oleh lembaga pendidikan penerima manfaat. Kepala Sekolah RA Al-Mukhtar, Tati Supiati, menyebutkan di sekolahnya terdapat 56 penerima manfaat MBG.

“Di sekolah kami ada 56 anak penerima MBG. Makan dilakukan saat jam istirahat pukul 09.30. Alhamdulillah, anak-anak antusias dan makannya pun secara botram,” ungkapnya.

Menurut Tati, kebiasaan makan bersama tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.

Ia juga menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan, program MBG tetap berjalan dan sangat membantu para orang tua.

“Selama puasa, anak-anak sudah makan di sekolah, jadi orang tua tidak terlalu ribet menyiapkan makanan,” katanya.

Menariknya, manfaat MBG kini tidak hanya dirasakan murid, tetapi juga para guru.

“Sekarang bukan hanya murid yang mendapat MBG, gurunya juga ikut menerima. Jadi bisa botram setiap hari bersama anak-anak,” tambahnya.

Dari sisi pengawasan, Tati memastikan proses makan selalu dipantau langsung oleh para guru.

“Setiap anak yang makan MBG dipantau langsung oleh guru, bahkan makannya pun bareng Bu Guru,” jelasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎