Home / Peristiwa

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:31 WIB

Status Bencana Masih Abu-abu, Warga Cijambe Diminta Bertahan di Pengungsian Bantargadung

Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat bersama Forkopimcam saat sesi wawancara status bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Bantargadung, Sukabumi. Selasa (3/3/2026) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Ketidakpastian status resmi tanggap bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi kian menambah kegelisahan warga terdampak. Hingga Selasa (3/3/2026), pemerintah kecamatan masih menunggu keputusan hasil asesmen teknis dari pemerintah kabupaten.

Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat, menyatakan pihaknya bersama Forkopimcam belum menerima penetapan resmi status kebencanaan dari instansi terkait.

“Per hari ini kami masih menunggu. Forkopimcam belum menerima keputusan resmi. Hasil asesmen dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Perkim sudah dilakukan kemarin, tapi belum ada informasi resmi yang kami terima,” ujar Syarifudin saat ditemui di lokasi pengungsian yang berdekatan dengan SDN serta Puskesmas Bantargadung.

Belum ditetapkannya status bencana berdampak langsung pada langkah penanganan di lapangan, salah satunya terkait belum dibukanya dapur umum resmi oleh pemerintah daerah.

“Secara awal sudah kami sampaikan soal dapur umum, tapi sampai hari ini belum ada keputusan. Alhamdulillah, kebutuhan dasar warga masih bisa terpenuhi,” katanya.

Sebagai langkah darurat, Camat bersama Forkopimcam berinisiatif memanfaatkan dapur-dapur SPBG MBG yang ada di wilayah Bantargadung untuk melayani kebutuhan sahur dan buka puasa warga pengungsi.

“Saya mendorong dapur SPBG MBG di Bantargadung difungsikan sementara sebagai dapur umum, agar kebutuhan sahur dan buka puasa warga di posko pengungsian tetap terlayani,” jelasnya.

Di sisi lain, ancaman pergerakan tanah terus meluas. Dampak kini mulai dirasakan warga RT 02, menyusul RT 05 yang sebelumnya telah dinyatakan tidak layak huni.

“Di RT 02 sudah mulai terlihat dampaknya. RT 05 jelas sudah tidak layak huni. Awalnya hanya sebagian warga yang mengungsi, sekarang diperkirakan ada sekitar delapan kepala keluarga yang ikut mengungsi menyusul warga RT 05,” ungkap Syarifudin.

Ia pun mengeluarkan imbauan tegas kepada warga agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah, terutama di wilayah yang telah dinyatakan rawan.

“Kami harapkan warga tetap waspada, terutama jika hujan terus turun. Untuk warga RT 05, jangan sampai kembali ke pemukiman. Kondisinya sangat berbahaya,” tegasnya.

Di tengah status bencana yang masih menggantung, warga kini bukan hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga kepastian kebijakan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terstruktur, cepat, dan menyeluruh.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Kecelakaan Maut Motor Tabrak Truk Box di Jalan Sukabumi, Pengendara Meninggal di Lokasi

Peristiwa

Wartawan Geruduk Kejari Sukabumi, Dugaan Adu Domba, Tuntutan Kasi Intel Mundur! Kajari: Akan Dievaluasi 

Peristiwa

Kamar Kontrakan Digerebek! Satnarkoba Temukan 5,12 Gram Sabu dan 1.500 Tramadol Siap Edar di Sukabumi

Peristiwa

Mobil Parkir Akan ke Masjid di Jalan Selabintana! Jangan Lupa Aktifkan Rem Tangan, Ini Risikonya

Peristiwa

Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya, Jasad Wisatawan Ditemukan Mengapung di Citepus Palabuhanratu

Peristiwa

Sabu 42,8 Gram Siap Edar Disita, Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Pengedar Narkoba di Sukabumi

Peristiwa

Nekat Kabur Napi Asimilasi Lapas Warungkiara, Polisi Sukabumi Buru Patah Alias Acil

Peristiwa

Lahan Alang-Alang di Padaraang Terbakar, Damkar Cikembar Padamkan Api Jauh Dari Pemukiman Warga Gunungguruh