Aksi simbolis SIMPUL Sukabumi memasang kain spanduk protes di bagian depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
PALABUHANRATU, MEDIAAKSARA.ID — Mahasiswa yang tergabung dalam SIMPUL Sukabumi menyampaikan aspirasi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/9/2026).
Dalam aksinya, SIMPUL menyoroti sejumlah persoalan yang menurut mereka perlu mendapat penjelasan dan evaluasi, di antaranya pengelolaan anggaran kegiatan survei jalan dan jembatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta kegiatan Irigasi Cicatih di Kecamatan Cikembar.
Koordinator SIMPUL Sukabumi, Norman, mengatakan salah satu perhatian mereka adalah penganggaran kegiatan survei jalan dan jembatan. Menurutnya, kegiatan perlu dievaluasi apabila ditemukan adanya pendataan atau survei terhadap objek yang sama secara berulang.
SIMPUL mempertanyakan efektivitas penganggaran survei, khususnya dalam konteks efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menurut SIMPUL, pemetaan kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan dapat memanfaatkan berbagai sumber data, antara lain hasil Musrenbang, aspirasi DPRD, laporan masyarakat, serta data teknis dan inventarisasi infrastruktur yang telah dimiliki pemerintah daerah.
Baca Juga :
Viral Telantar di Kapal Cina! Lima ABK Sukabumi Akhirnya Pulang dari Fiji
Setelah kebutuhan dan lokasi teridentifikasi, verifikasi lapangan selanjutnya dapat dilakukan oleh tenaga teknis internal sesuai kewenangan dan kebutuhan.
Atas dasar itu, SIMPUL meminta penjelasan mengenai perbedaan kebutuhan dan output dari setiap kegiatan survei yang dianggarkan. Mereka juga meminta agar potensi tumpang tindih dengan data maupun kegiatan sebelumnya dapat dijelaskan berdasarkan dokumen perencanaan dan pelaksanaan.
SIMPUL menilai setiap belanja daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi, perlu memiliki dasar kebutuhan yang jelas, output terukur, serta manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Selain kegiatan survei jalan dan jembatan, SIMPUL Sukabumi menyoroti kegiatan Irigasi Cicatih di Kecamatan Cikembar.
Informasi yang disampaikan dalam aksi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. SIMPUL mempertanyakan pekerjaan yang disebut ditargetkan selesai pada 2022 dengan nilai anggaran sekitar Rp8 miliar hingga Rp9 miliar.
Baca Juga :
BKPSDM: Ratusan ASN Sukabumi Masuk Data PPATK, Inspektorat Turun Periksa Satu per Satu
Mereka mempertanyakan status penyelesaian pekerjaan, nilai kontrak, realisasi pembayaran, progres fisik, volume pekerjaan, serta dasar munculnya penganggaran yang masih berkaitan dengan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya.
SIMPUL juga meminta adanya penelusuran terhadap rangkaian kegiatan Irigasi Cicatih pada periode ketika Asep Japar masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi.
Namun, sorotan Simpul tidak serta-merta menunjukkan adanya indikasi pelanggaran oleh pihak tertentu. Untuk memastikan persoalan tersebut, diperlukan penelusuran berbasis dokumen, termasuk proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, kontrak, progres pekerjaan hingga pembayaran.
Dengan demikian, setiap pihak yang disebut dalam kaitan dengan kegiatan tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi sesuai data serta dokumen yang dimiliki.
Dalam aksi, SIMPUL Sukabumi juga melakukan penyegelan simbolis di bagian depan Gedung Dinas Pekerjaan Umum. Tindakan itu disebut sebagai bentuk kritik sekaligus penegasan tuntutan agar kinerja dan pengelolaan anggaran DPU dievaluasi.
Baca Juga :
GMNI Sukabumi Raya Sembilan Kali Geruduk Balai Kota, Soroti TKPP hingga Klaim Temuan Keuangan
Pada bagian gedung yang disegel secara simbolis, massa memasang tulisan:
”GEDUNG INI DALAM PENGAWASAN DAN EVALUASI KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM.”
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, ditemui awak media di Kantor Bidang Sumber Daya Air (SDA), Kamis malam (17/9).
Saat dimintai tanggapan terkait aksi dan sejumlah sorotan yang disampaikan SIMPUL Sukabumi, Uus Firdaus memilih tidak memberikan komentar.
Dengan belum adanya tanggapan dari pihak DPU, sejumlah poin yang disampaikan SIMPUL masih merupakan aspirasi dan pertanyaan yang membutuhkan klarifikasi serta verifikasi lebih lanjut melalui dokumen data dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Reporter : M. Afnan
Redaktur: Rapik Utama







