Home / Peristiwa

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:24 WIB

Santri dan Alumni Al-Fath Desak Proses Hukum Penghina Kiai Fajar Laksana di Polres Sukabumi

Santri dan Alumni Al-Fath Desak Proses Hukum Penghina Kiai Fajar Laksana di Polres Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi, Selasa (29/7/2025), menuntut proses hukum atas unggahan akun media sosial yang diduga menghina KH. Fajar Laksana, pimpinan pesantren tersebut. Unggahan tersebut menyamakan sang kiai dengan “dukun”, yang dinilai mencemarkan nama baik dan martabat ulama.

Perwakilan alumni, Tantan Sutandi, menegaskan aksi merupakan bentuk penolakan terhadap penistaan agama dan pelecehan simbol keagamaan. “Kami datang sebagai warga negara yang menuntut keadilan. Menyamakan kiai dengan dukun adalah bentuk penghinaan yang tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Tantan menilai penyamaan antara kiai yang merupakan panutan umat dengan dukun yang identik dengan praktik klenik adalah penghinaan kolektif terhadap pesantren dan nilai-nilai Islam.

Baca: https://mediaaksara.id/kejari-sukabumi-terima-tahap-ii-kasus-5-000-slop-rokok-ilegal-kerugian-negara-capai-rp19-miliar/

“Kami bukan hanya marah, kami merasa dilecehkan secara kolektif. Ini bukan soal satu orang, tapi tentang kehormatan seluruh pesantren,” tegasnya.

Mereka mengungkapkan kekecewaan karena laporan sebelumnya terhadap akun tersebut belum ditindaklanjuti secara jelas, bahkan unggahan yang dianggap menghina masih bertahan di media sosial.

Baca: https://mediaaksara.id/mui-sukabumi-seleksi-baznas-sesuai-syariat-dan-cetak-pemimpin-amanah/

“Kami beri waktu tujuh hari. Jika tidak ada proses hukum yang jelas, kami akan datang lagi dengan massa lebih besar. Kami siap mengepung Polres sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus ini,” ancam Tantan.

Massa juga mendesak Kapolres Kota Sukabumi bertindak cepat dan serius demi mencegah potensi konflik horizontal yang lebih luas. Mereka menekankan umat Islam sangat sensitif terhadap penghinaan terhadap tokoh agama.

Dalam pernyataan resminya, para santri dan alumni Al-Fath menyerukan pentingnya etika bermedia sosial. Mereka berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan opini, khususnya terhadap tokoh-tokoh keagamaan yang dihormati publik.

 

Reporter: Nald

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Terbongkar! Ribuan Pil Tramadol Siap Edar di Sukabumi, Dua Pemuda Pendatang Ditangkap, Bandar Masih DPO

Peristiwa

Longsor Sukalarang Tewaskan Satu Warga, BPBD Sukabumi Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa

Rumah Warga di Kabandungan Ludes Dilalap Api, Diduga Korsleting Listrik Jadi Pemicu

Peristiwa

Modus Galon Terbongkar! 272 Liter Pertalite Ilegal Disikat Polisi di Sukabumi

Peristiwa

Fakta Mengejutkan di Balik Laka Cikembar: Ambulans Tanpa Sirine Tabrak Pick Up di Jalur Lawan!

Peristiwa

Adu Banteng di Cikembar! Pick Up Hancur, 3 Penumpang Terjepit usai Tabrakan dengan Ambulans Baznas

Peristiwa

Tangis Pilu Ibu di Sukabumi: 4 Bulan Menunggu Keadilan, Kasus Dugaan Pelecehan Anak “Sodom1” Tak Kunjung Terang

Peristiwa

Tragis! Main Saat Hujan Deras, Bocah 4 Tahun di Kalibunder Terseret Arus Parit hingga Meninggal