Home / Peristiwa

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:01 WIB

Sains vs Alibi di Senayan: Kapolres Sukabumi Buka Fakta Kematian “NS”, DPR RI Turun Tangan Lindungi Penyidik

Kasus kematian anak “NS” warga Jampangkulon dibedah di RDP Komisi III DPR RI, pada senin (2/3/2026). Kapolres Sukabumi menegaskan penyidikan berbasis bukti ilmiah / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Kasus kematian tragis anak berinisial “NS” di Jampangkulon Kabupaten Sukabumi akhirnya dibedah ditingkat nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (2/3/2026). Kapolres Sukabumi menegaskan penyidikan perkara ini dibangun di atas bukti ilmiah, bukan asumsi ataupun tekanan opini.

AKBP Samian mengungkap, pihaknya menangani tiga laporan polisi sekaligus secara maraton. Laporan tertanggal 19 Februari 2026, kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan dalam hitungan satu hari, dan empat hari kemudian tersangka TR ditetapkan. Bahkan, perkara lama tahun 2024 yang sempat berhenti karena perdamaian kembali dibuka untuk diuji menyeluruh.

“Penyidikan ini tidak bertumpu pada pengakuan tersangka. Kami menggunakan Scientific Crime Investigation dengan dukungan ahli forensik, psikologi klinis, dan Apsifor,” tegas Samian.

Hasil Visum et Repertum menjadi kunci. Dokumen medis mengungkap adanya luka lebam akibat trauma panas dan benda tumpul pada tubuh korban. Fakta ini diperkuat keterangan saksi Soma, tukang pijat yang menyatakan korban datang tanpa luka pada sore hari, namun ditemukan penuh luka beberapa jam kemudian.

“Penyidikan harus berbasis pembuktian, bukan asumsi,” ujar Samian di hadapan legislator.

Dukungan politik pun menguat. DPR RI melalui Komisi III menilai kasus ini menyangkut tanggung jawab moral negara dalam melindungi anak. Ketua Komisi III, Habiburokhman, mendorong kepolisian memaksimalkan teknologi penyidikan, termasuk menelusuri dugaan intimidasi terhadap ibu korban, Lisnawati.

Komisi III juga meminta agar potensi laporan balik yang tidak relevan tidak dijadikan alat tekanan hukum terhadap penyidik. Dukungan ini menjadi landasan bagi Polres Sukabumi untuk mendalami unsur pembiaran sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA).

 

Sumber: Humas Polres Sukabumi

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Damkar Evakuasi Pria 53 Tahun yang Terjatuh ke Sumur di Sukabumi, Korban Selamat

Peristiwa

Kebakaran Lahan Dekat Warga Cibolang Sukabumi, Damkar Padamkan Api di Kebun Bambu dan Ilalang 

Peristiwa

Angkot Terbakar di Cisaat Sukabumi, Pemilik Alami Luka Bakar Usai Terdengar Ledakan

Peristiwa

Satreskrim Polres Sukabumi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Perkebunan Jati Ciemas ‎

Peristiwa

‎Sapi Warga Tegalbuleud Jatuh ke Sumur Tua, Evakuasi Damkar Berlangsung Hampir Dua Jam

Peristiwa

Tabrakan Dua Truk di Parungkuda Sukabumi, Tiga Orang Luka  ‎

Peristiwa

Jasad Terduga Pencuri HP Ditemukan di Sungai Ciambar, Sempat Hilang Hampir 24 Jam ‎

Peristiwa

Kejar HP Hilang Berujung ke Sungai, Terduga Pencuri di Sukabumi Hilang Ditelan Arus