RSUD Jampangkulon Kabupaten Sukabumi menggelar rapat evaluasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan dan memperkuat spiritualitas kerja menjelang Ramadan 1447 H, Jumat (6/2/2026) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menggelar rapat evaluasi pelayanan kesehatan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di ruang pertemuan RSUD Jampangkulon.
Melalui Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty, Direktur dr. Lusi Apriani menyampaikan rapat menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi kekurangan layanan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, serta merumuskan langkah perbaikan yang berkelanjutan. Beberapa isu penting yang dibahas antara lain optimalisasi waktu tunggu pasien, peningkatan efektivitas pelayanan BPJS Kesehatan, serta pengelolaan rekam medis berbasis sistem informasi.
Dalam arahannya, dr. Lusi Apriani mengapresiasi dedikasi seluruh tenaga kesehatan dan staf RSUD Jampangkulon. Ia menegaskan tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut peningkatan kualitas layanan yang adaptif terhadap perkembangan era digital dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja RSUD Jampangkulon tahun 2026, termasuk penguatan kolaborasi dengan berbagai institusi, salah satunya FK IPB University, dalam pengembangan sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan berbasis teknologi,” ujar Lia Desty.
Selain aspek profesional, rapat evaluasi juga diisi dengan pesan spiritual menyambut bulan Sya’ban dan persiapan menuju Ramadan 1447 H. Direktur RSUD Jampangkulon mengajak seluruh keluarga besar rumah sakit untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana muhasabah diri, membersihkan hati dari penyakit batin, serta memperkuat keikhlasan, rasa syukur, tawaduk, dan sikap saling memaafkan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Jampangkulon tidak hanya meneguhkan komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun suasana kerja yang harmonis, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual, sejalan dengan karakter religius masyarakat Jampangkulon.
Sumber: Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







