Home / Pemerintahan

Kamis, 30 April 2026 - 14:35 WIB

UMK Naik Tiap Tahun, PHK Ikut Meledak: Fakta Ketenagakerjaan Sukabumi yang Mengkhawatirkan

Dok. Aksi Buruh Sukabumi Kawal Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Sukabumi yang terus terjadi setiap tahun ternyata tidak sepenuhnya membawa kabar baik bagi dunia ketenagakerjaan. Di balik tren tersebut, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) justru menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan sejumlah perusahaan dilaporkan menghentikan operasionalnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Nia Vaulina, menegaskan persoalan ketenagakerjaan tidak semata-mata soal kenaikan upah, melainkan pemenuhan hak dan kesejahteraan buruh secara menyeluruh.

“Yang paling penting bukan hanya UMK naik, tetapi bagaimana hak-hak buruh benar-benar dipenuhi dan hubungan industrial berjalan harmonis,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).


Menurutnya, hubungan kerja yang kondusif antara perusahaan dan pekerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas. Namun dalam praktiknya, kondisi tersebut kerap terganggu oleh tekanan ekonomi yang memaksa perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Disnaker Kota Sukabumi mengakui adanya keterbatasan anggaran yang berdampak pada berkurangnya sejumlah program pembinaan. Meski demikian, pembinaan terhadap perusahaan tetap dilakukan secara maksimal, terutama dalam memberikan pemahaman terkait kewajiban terhadap pekerja.

“Kami tetap melakukan pembinaan, meskipun ada pengurangan kegiatan. Fokus kami memastikan perusahaan memahami dan menjalankan kewajibannya,” jelas Nia.


  • Baca Juga: https://mediaaksara.id/kejari-dinkes-sukabumi-bergerak-pengawasan-pengobatan-tradisional-diperketat-ini-tujuannya/

Di sisi lain, proses penetapan UMK di Kota Sukabumi dinilai berjalan kondusif setiap tahun. Kesepakatan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja umumnya tercapai tanpa konflik, dengan tren kenaikan yang konsisten.

Namun, tantangan utama berada pada implementasi di lapangan. Disnaker secara rutin melakukan monitoring acak ke perusahaan, khususnya pada awal tahun, guna memastikan penerapan UMK sesuai ketentuan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Nia Vaulina / Foto: Istimewa
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Nia Vaulina / Foto: Istimewa

“Hasil monitoring menunjukkan sebagian besar perusahaan telah menerapkan UMK, meskipun masih ada sektor UMKM yang belum mampu memenuhi standar tersebut,” katanya.


Dalam hal pengawasan, Disnaker berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan tingkat provinsi. Setiap temuan pelanggaran akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, meningkatnya angka PHK menjadi perhatian serius. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama tekanan ekonomi yang membuat sejumlah perusahaan tidak mampu bertahan.


Memang ada peningkatan PHK tahun ini, bahkan ada perusahaan yang tutup. Kami memastikan jika PHK terjadi, hak pekerja tetap diberikan, seperti pesangon dan BPJS,” tegasnya.

Memasuki momentum Hari Buruh, Disnaker mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas. Peringatan akan dikemas dalam suasana kebersamaan dan jauh dari potensi konflik.

“Kami ingin Hari Buruh diperingati secara damai. Rencananya akan digelar kegiatan di Selabintana pada 2 Mei, seperti doa bersama, hiburan, dan doorprize,” pungkasnya.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Dikejar Waktu, Terhambat Administrasi: Warga Korban Pergerakan Tanah Sukabumi Desak SPH 21 Segera Terbit

Pemerintahan

Hampir 100% Rekam e-KTP, Disdukcapil Sukabumi Soroti Minimnya Literasi Digital

Pemerintahan

Kejari & Dinkes Sukabumi Bergerak! Pengawasan Pengobatan Tradisional Diperketat, Ini Tujuannya

Pemerintahan

PTSL 2026 Sukabumi Digeber! Ribuan Tanah Warga Desa Cijurey Segera Bersertifikat

Pemerintahan

PLN Gencarkan Edukasi K3, Warga Sukabumi Diingatkan Waspada Bahaya Listrik

Pemerintahan

98 Siswa SMP Ikuti Seleksi Hafidz Qur’an 2026, Peserta Terpilih Dapat Beasiswa Disdik Sukabumi

Pemerintahan

Skandal Kredit Fiktif Bank Plat Merah! 8 Tersangka Diciduk, Negara Rugi Rp2,6 Miliar

Pemerintahan

SMSI Gandeng KPP Pratama, Perusahaan Pers Sukabumi Didorong Taat Pajak Lewat Sistem Digital