Tim gabungan evakuasi pria tertemper Kereta di jalur rel kampung Paledang, Desa Cimahi Cicantayan, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Seorang pria paruh baya tewas usai tertemper Kereta Api Pangrango PLB 224A di jalur CibadakâCisaat, tepatnya di Kampung Paledang, Desa Cimahi, Sabtu pagi (2/8) sekitar pukul 09.16 WIB.
Korban diketahui bernama Ade, seorang warga yang selama ini rutin menjalani terapi dengan berjalan kaki dan melakukan terapi sengatan listrik di rel pasca keberangkatan kereta, sebagai upaya pengobatan penyakit diabetes yang dideritanya.
Insiden terjadi di titik KM 49+2/3, dan sempat membuat perjalanan kereta terhenti sementara. Tubuh Ade ditemukan tergeletak di sisi rel, membuat sejumlah warga yang berdatangan hanya bisa terpaku dalam kesedihan.
“Memang tiap hari beliau suka jalan kaki untuk terapi. Sering juga lewat rel itu. Kadang mampir ke rumah saya dulu, lihat cucunya,” ungkap Dedi (47), menantu korban.
Kebiasaan berjalan kaki dari rumahnya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari rel menjadi rutinitas almarhum demi menjaga kesehatannya. Namun, pagi itu menjadi langkah terakhirnya.
Petugas PMI yang tiba di lokasi mengaku sempat haru karena belum bisa langsung mengevakuasi jenazah. “Waktu saya datang, jenazahnya masih tergeletak. Belum bisa kami evakuasi karena kantong jenazah belum sampai,” kata Ima, salah satu petugas PMI.
Isak tangis keluarga pecah saat jasad Ade dikenali oleh menantunya. “Itu mertua saya,” ujarnya pelan di tengah kerumunan.
Saat ini, jenazah telah dibawa ke Kamar Mayat RSUD Sekarwangi untuk proses lebih lanjut.
Reporter : M. Afnan
Redaktur: Rapik Utama







