Kondisi jalan rusak berlubang di jalan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan parah selama puluhan tahun tanpa ada perbaikan signifikan dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Cijurey, Abu Bakar Sidiq, pada Jumat (18/04/2025).
Menurut Abu Bakar, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sukaraja-Paldua-Gegerbitung serta ruas jalan kabupaten Gegerbitung- Pasirmunding sepanjang 10 kilometer kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jalan dipenuhi kubangan air saat musim hujan, berlumpur, dan gorong-gorong yang jebol turut meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami dari Pemerintah Desa Cijurey bersama Kecamatan sudah sejak lama menyampaikan keluhan ini ke Pemkab Sukabumi, khususnya sejak 2015. Tapi hingga kini belum ada tanggapan berarti,” ujarnya.
Ia juga menyesalkan janji politik Bupati Sukabumi terdahulu yang hingga kini belum terealisasi. “Saya minta gerak cepat dari pemerintah yang baru. Jangan hanya tampil di konten ngopi-ngopi, tapi tidak peka terhadap kondisi jalan yang sudah rusak lebih dari 10 tahun,” tambahnya.
Plt Camat Gegerbitung, Arid Ahmad Ridwan, membenarkan kondisi jalan rusak yang menjadi keluhan masyarakat. Ia menyebut ruas jalan Gegerbitung – Paldua merupakan kewenangan provinsi, sedangkan ruas Gegerbitung – Pasirmunding adalah kewenangan kabupaten.
“Kondisinya memang parah, bahkan banyak lampu PJU mati dan gorong-gorong jebol. Kami sudah mengusulkan melalui Musrenbang agar masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” jelas Arid.
Arid berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera menindaklanjuti usulan tersebut dan mulai merealisasikan perbaikan jalan tahun ini. Ia juga mengingatkan bahwa jalur Sukaraja – Paldua sudah hampir 20 tahun tidak mengalami pemeliharaan.
“Dulu sempat akan dibangun lewat program pemerintah pusat melalui gubernur saat itu, tapi entah mengapa gagal direalisasikan. Kami minta Pemprov jangan tutup mata,” tutupnya.
Reporter: Yadi /Prm@
Redaktur: Rapik Utama







