Home / Kabar Daerah

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 09:22 WIB

Program MBG Sukabumi Disorot Latas: Menu Indonesia Emas, Anak Makan Resiko Sehat Atau Petaka! 

Penanganan tim medis Puskesmas Parakansalak saat memeriksa kondisi kesehatan anak diduga keracunan usai menyantap makanan MBG di SDN 2 Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/8/2025) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai solusi pemenuhan gizi anak Indonesia mulai menuai kritik. Sejumlah persoalan mencuat, terutama terkait pengelolaan dapur gizi yang dinilai belum memenuhi standar.

Alih-alih menyajikan makanan seimbang, sebagian dapur MBG disebut Latas hanya mengejar kenyang tanpa memperhatikan kecukupan gizi. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan makanan utama diganti dengan sekadar camilan ringan.

Direktur Lembaga Analisa dan Transparansi Sukabumi (Latas), Feri Permana menilai kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan besar program MBG.

Baca: https://mediaaksara.id/kompak-dan-responsif-penanganan-masalah-sosial-disoal-wabup-sukabumi-andreas/

“Presiden Prabowo sudah menegaskan, program ini bukan sekadar memberi makan, tapi juga meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. Jika pengelolaan longgar, MBG terancam gagal mencapai sasaran,” tukasnya, Sabtu (23/8/2025).

Ia juga mengingatkan indikasi adanya pengelola yang mencari keuntungan pribadi patut diwaspadai. Menurutnya, anggaran yang digelontorkan negara semestinya sepenuhnya digunakan menjamin mutu gizi anak, bukan untuk kepentingan sesaat.

“Jika gizi anak tidak diperhatikan serius, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 bisa terancam. Generasi muda berisiko tumbuh tanpa asupan gizi yang layak,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Baca: https://mediaaksara.id/24-siswa-sd-di-parakansalak-sukabumi-diduga-keracunan-massal-usai-santap-makanan-bergizi-gratis-mbg/

Feri menambahkan, dapur gizi MBG memang dikelola orang biasa. Namun, minimal pengelola harus memahami menu seimbang.

“Saat ini masih banyak menu terkesan asal-asalan, bahkan ada yang mengganti makanan dengan snack. Ini jelas tidak sesuai harapan,” katanya.

Ia berharap pemerintah memperketat pengawasan agar program MBG tidak sekadar formalitas. “Pengelola jangan berlebihan mengambil keuntungan, tetapi harus menjamin mutu gizi sesuai harapan Presiden. Dengan begitu, Indonesia Emas benar-benar diisi generasi sehat dengan asupan gizi baik,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Ratusan Mahasiswa STISIP Syamsul Ulum Laksanakan KKN di 10 Desa dan 1 Kelurahan Jampangkulon

Kabar Daerah

Proyek Rp1,4 Miliar Revitalisasi SMP Islam Masagi Sukabumi 60 Persen, Panitia Pastikan Tak Ada Pungli

Kabar Daerah

Danrem 061/Surya Kencana Bersama Dandim 0622 Sukabumi Tinjau Kesiapan Yon TP 331 Sanca Manggala 

Kabar Daerah

Forkopimcam Jampangkulon Ajak Warga Semarakkan PORSADIN 2026 dan HUT ke-81 RI dengan Pasang Bendera Merah Putih

Kabar Daerah

Polemik Wakaf ASN Kota Sukabumi Berakhir? Anggota DPRD PKS Sebut Tak Ada Lagi Pungutan yang Dikondisikan

Kabar Daerah

Forkopimda Kota Sukabumi Absen di HUT Dadali Pati, Paguyuban Pencak Silat Kecewa hingga Ancam Somasi

Kabar Daerah

Ujian Kenaikan Tingkat KODRAT Sukabumi Bertepatan HUT Tarung Derajat ke-54, Siapkan Atlet Menuju Porda Jabar

Kabar Daerah

Mahasiswa Adu Inovasi AI di Sukabumi, Build with Gemma Hackathon 2026 Dorong Kolaborasi Google dan Kampus