Home / Pemerintahan

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:51 WIB

Polemik Proyek Jalan Bankeu Desa Cimahi: Warga Protes Minim Sosialisasi, Kades & TPK Diduga Abaikan RAB

Progres Pembangunan jalan Bankeu Provinsi Jawa Barat di Desa Cimahi, Cicantayan, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Pembangunan infrastruktur di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi memicu polemik di kalangan warga RW 02 Kampung Babakan Tipar Assalafiyah. Masyarakat menilai proyek peningkatan jalan desa tersebut minim sosialisasi dan mengalami keterlambatan penyelesaian dari jadwal yang sudah ditetapkan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan Pembangunan Peningkatan Ruas Jalan Desa Babakan–Cikondang dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan volume pekerjaan sepanjang 220 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,05–0,10 meter. Proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat senilai Rp98 juta (termasuk PPN dan PPh 22) dalam program Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan yang seharusnya 10 hari kerja. Namun, muncul dugaan ketidaksesuaian teknis di lapangan.

Sekretaris Desa Cimahi, Toni Hasanudin, saat dikonfirmasi pada Rabu (10/12/2025), mengungkapkan pelaksanaan proyek semestinya menggunakan sistem swakelola, sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang menetapkan penggunaan molen sebagai alat pengaduk beton.

Baca: https://mediaaksara.id/realisasi-bantuan-provinsi-rp98-juta-desa-cimanggu-bangun-rabat-beton-jalan-cikembang/

“Izin mewakili Kepala Desa, sebagaimana yang saya ketahui, sistem pengerjaannya swakelola. Penyedia jasa itu sudah include dengan sewa alat jenis molen,” ujar Toni.

Namun, Toni menemukan pelaksanaan di lapangan justru menggunakan Jaya Mix, metode yang tidak tercantum dalam RAB.

“Saat saya cek, ternyata menggunakan Jaya Mix. Sementara dalam RAB memakai molen untuk panjang 220 meter, lebar 2,5 meter. Prediksi saya, kalau tetap pakai Jaya Mix, anggaran pasti jebol,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/dinamika-realisasi-bantuan-keuangan-jabar-bangun-di-mekarjaya-mulai-mengelupas-kades-baru-75/

Sekdes menilai, penggunaan Jaya Mix bisa menyebabkan defisit anggaran karena harganya lebih tinggi dibanding metode molen.

Hari Juang Siliwangi ke-21 di Monumen Perjuangan '45, Palagan Bojongkokosan, Jl. Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat
Hari Juang Siliwangi ke-21 di Monumen Perjuangan ’45, Palagan Bojongkokosan, Jl. Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat

“Ditengah perjalanan pasti ada kebobolan anggaran kalau tetap menggunakan Jaya Mix. Maka saya ingatkan agar pengerjaan kembali sesuai RAB UPTD PU,” jelasnya.

Setelah dilakukan musyawarah bersama warga, tokoh masyarakat, TPK, dan Kepala Desa, akhirnya diputuskan bahwa proses pembangunan dikembalikan sesuai RAB.

Baca:https://mediaaksara.id/pembangunan-jalan-desa-di-kampung-cikembar-dimulai-dana-provinsi-rp98-juta-warga-kompak-gotong-royong/

Toni memastikan pekerjaan kini sudah hampir rampung.

“Alhamdulillah sekarang tinggal tahap finishing, sekitar 20 meter lagi. Semoga hari ini bisa selesai.”

Ia juga menyebut kemungkinan motivasi penggunaan Jaya Mix adalah keinginan meningkatkan kualitas jalan karena berada di lingkungan pendidikan. Namun keputusan tersebut dimungkinkan tidak diperhitungkan dengan kemampuan anggaran.

“Motivasinya mungkin baik, ingin kualitas bagus. Tapi secara keuangan pasti defisit. Mungkin penyedia jasa tidak memperhitungkan sepenuhnya,” katanya.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Proyek Jalan Prana Sukabumi Retak Sebelum Rampung, DPUTR Perintahkan Penyedia Bongkar dan Cor Ulang

Pemerintahan

PAD Digenjot, Bupati Sukabumi Minta ASN Tingkatkan Pelayanan dan Kejar Pajak Tepat Waktu

Pemerintahan

Rotasi Pejabat Kemenag Jabar, Agus Buhori Resmi Pimpin Kemenag Kota Sukabumi

Pemerintahan

K3S Gegerbitung Gandeng Inspektorat, Budaya Antikorupsi Diperkuat di Sekolah Dasar

Pemerintahan

Pemerintah Daerah Dikebut PSN, Kemenkop: Gerai KDKMP Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober

Pemerintahan

Inspektorat Kota Sukabumi Fokus PSN, Monitoring Pembangunan Fisik Menunggu Surat Tugas

Pemerintahan

DPU Sukabumi Kebut Infrastruktur Jalan Sudajaya Girang-Selabintana Demi Kenyamanan Warga

Pemerintahan

Kejari dan Inspektorat Sukabumi Bongkar Dugaan Korupsi APBDes 2025: Kaur Keuangan Desa Ciheulangtonggoh Jadi Tersangka, Kerugian Capai Rp574 Juta