Home / Kabar Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Petani Bagja Sutra Sukabumi Minta Rencana Pembangunan Batalyon di Lahan Garapan Dikaji Ulang ‎

Aspirasi Puluhan petani Bagja Sutra di Desa Sudajayagirang Sukabumi meminta rencana pembangunan batalyon di lahan garapan sekitar 75 hektare dikaji dan dibahas bersama masyarakat / Foto: MediaAksara

‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Puluhan petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra menggelar musyawarah untuk menyikapi informasi mengenai rencana pembangunan Batalyon dan Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 345/Maung Sancang di kawasan lahan garapan petani, Blok Baru Ajol, Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Minggu (4/10/2026).

‎Pertemuan berlangsung di Bale Sawala Baru Ajol menjadi ruang silaturahmi bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan lahan eks PTPN VIII yang selama ini mereka garap.

‎Dalam surat resmi Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra, kelompok petani mengajukan permohonan audiensi terkait informasi rencana pembangunan fasilitas tersebut di wilayah Kampung Baru Ajol.

‎Petani juga menyebut adanya informasi mengenai lahan garapan masyarakat seluas sekitar 75 hektare yang diusulkan menjadi lokasi Batalyon Pangan. Informasi tersebut, menurut kelompok petani, berkaitan dengan hasil pertemuan sejumlah pihak, di antaranya Dandim 0607/Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Kabag Aset Setda Kabupaten Sukabumi, BPN Kabupaten Sukabumi, Camat Sukabumi dan Kepala Desa Sudajayagirang.

‎Terpantau dalam musyawarah, pengurus bersama puluhan petani membahas kondisi yang berkembang sekaligus menyampaikan aspirasi melalui tulisan dikertas karton dan video sebagai bentuk sikap kelompok terhadap rencana yang mereka dengar.


Baca Juga : ‎

‎Judi Online: Pemain Diburu, Pembeking Dicari? Laskar Fiisabilillah Tantang Pemkot Sukabumi

‎Ketua Umum Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra, Edi Rahmat, mengatakan pertemuan digelar untuk menyamakan persepsi melalui musyawarah secara tertib dan mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat.

‎Menurut Edi, para petani telah menggarap lahan secara intensif sejak sekitar 2016. Ia menyebut kondisi lahan sebelumnya masih berupa kawasan yang dipenuhi alang-alang dan belantara.

‎‎”Perjuangannya pertama membuka lahan dengan segala risikonya. Dari lahan yang penuh alang-alang dan belantara, kemudian menjadi lahan pertanian yang lebih baik dan bisa dimanfaatkan,” ujar Edi.

‎Ia mengatakan perjuangan tenaga, waktu dan biaya telah dikeluarkan petani untuk menjadikan lahan tersebut produktif. Karena itu, menurutnya, setiap rencana pemanfaatan lahan perlu mempertimbangkan keberadaan petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas pertanian.

Aspirasi Puluhan petani Bagja Sutra di Desa Sudajayagirang Sukabumi meminta rencana pembangunan batalyon di lahan garapan sekitar 75 hektare dikaji dan dibahas bersama masyarakat / Foto: MediaAksara
Aspirasi Puluhan petani Bagja Sutra di Desa Sudajayagirang Sukabumi meminta rencana pembangunan batalyon di lahan garapan sekitar 75 hektare dikaji dan dibahas bersama masyarakat / Foto: MediaAksara

‎Petani menyebut luasan lahan yang dikaitkan dengan wacana pembangunan tersebut mencapai sekitar 75 hektare. Atas dasar itu, mereka meminta pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan lokasi alternatif.


‎Baca Juga : ‎

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

‎”Untuk lahan di sini, termasuk yang luasnya 75 hektare, kami tidak akan memberikan sedikit pun,” tegasnya.

‎Edi menuturkan informasi awal mengenai rencana diketahui petani setelah adanya aktivitas pemantauan menggunakan drone di sekitar kawasan blok baru ajol. Selanjutnya, mereka memperoleh informasi mengenai pertemuan sejumlah pihak di Kodim.

‎Namun, menurut keterangan kelompok petani, mereka menegaskan belum dilibatkan dalam pembahasan.

‎Sebagai tindak lanjut, Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Kodim 0607/Kota Sukabumi dengan membawa surat serta dokumen aspirasi kelompok.

‎”Rencana kami akan sowan ke Kodim dan ke bupati dengan membawa surat sesuai dengan harapan kami,” kata Edi.


‎Baca Juga : ‎

26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan

‎Sementara itu, Kepala Desa Sudajayagirang, Edi Juarsyah, yang turut hadir dalam pertemuan mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

‎‎Ia mengingatkan agar proses penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

‎‎”Sekuat apa pun perjuangan kita bersama, harus tetap kompak dan bersatu. Dalam perjuangan pasti ada hambatan. Kita sikapi dengan bijak sesuai aturan, jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Edi Juarsyah.

Aspirasi Puluhan petani Bagja Sutra di Desa Sudajayagirang Sukabumi meminta rencana pembangunan batalyon di lahan garapan sekitar 75 hektare dikaji dan dibahas bersama masyarakat / Foto: MediaAksara
Aspirasi Puluhan petani Bagja Sutra di Desa Sudajayagirang Sukabumi meminta rencana pembangunan batalyon di lahan garapan sekitar 75 hektare dikaji dan dibahas bersama masyarakat / Foto: MediaAksara

‎‎Ketua Harian Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra, Lulu, menambahkan sikap kelompoknya bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan fasilitas negara maupun keberadaan TNI.

‎Menurutnya, petani berharap pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat tanpa menghilangkan sumber penghidupan warga yang selama ini menggarap lahan pertanian.


‎Baca Juga : ‎

Tantan Sulthon Resmi Pegang Kemudi PWI Jabar, Ini Susunan Kepengurusan Periode 2026–2031 

‎”Kami tidak menolak pembangunan secara keseluruhan. Silakan berdampingan bersama rakyat. Tapi intinya jangan mengusir petani dan jangan menghilangkan harapan hidup para petani,” ujarnya.

‎Lulu berharap pemerintah dapat memberikan pembinaan kepada petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

‎‎Ia menilai setiap rencana pemanfaatan lahan perlu melalui kajian dan dialog bersama masyarakat, termasuk dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

‎”Bina petani, bangun pertanian di negeri ini supaya tujuan ketahanan pangan bisa terwujud. Bukan dengan cara menghilangkan atau mengusir hak-hak petani,” katanya.


Baca Juga : ‎

Komisi II DPRD Sukabumi Bahas Perizinan PT Cipellang Agro Permai, DPTR Ungkap Komitmen Tindak Lanjut

‎‎Ia juga berharap terdapat sinergi antara masyarakat, pemerintah dan institusi terkait dalam mencari solusi atas persoalan pemanfaatan lahan tersebut.

‎”Intinya kami tidak alergi pembangunan, tetapi kami berharap ada sinergi untuk membangun negeri ini,” pungkasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya meminta tanggapan melalui Penerangan Kodim (Pendim) 0607/Kota Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi terkait aspirasi Perkumpulan Petani Penggarap Bagja Sutra.

‎Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kodim 0607/Kota Sukabumi maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai rencana pembangunan, status dan luas lahan yang dimaksud, serta proses pembahasan dan tindak lanjut aspirasi masyarakat petani.

‎

‎Reporter: Sr1 28

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Polisi Cibadak Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Profesor di Sukabumi yang Kabur ke Makassar

Kabar Daerah

‎Judi Online: Pemain Diburu, Pembeking Dicari? Laskar Fiisabilillah Tantang Pemkot Sukabumi

Kabar Daerah

Tradisi Pembaretan STEKMENSI Dipertahankan, Ayep Zaki Tekankan Pendidikan Karakter ‎

Kabar Daerah

Perjuangan Keluarga Desil 3, Aye dan Kakaknya Difabel Tetap Berkarya, Pemdes Talaga Komitmen Bantu

Kabar Daerah

SMPN 2 dan Rumah Terdampak Cuaca Ekstrem, Wabup Sukabumi Salurkan Bantuan ke Warga Cicurug

Kabar Daerah

Pesta Siaga Cidahu Bersama Wabup Sukabumi, 280 Peserta Ikuti Pembinaan Kepramukaan

Kabar Daerah

Aktivitas Cut and Fill di Kawasan Industri Cikembar Dihentikan, Warga Soroti Izin Dokumen Lingkungan dan Sosialisasi

Kabar Daerah

Krisis Air Bersih Menghantui Warga Sukabumi, Bantuan Didistribusikan ke Sejumlah Titik