Tangkapan layar unggahan status kepala desa Berekah Andriansyah dengan nama akun Juragan Hajat Andri Berekah / Foto : Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Andriansyah, menyuarakan kritik terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui sebuah unggahan di media sosial Facebook.
Dalam cuitannya yang diposting pada Minggu (20/04/2025) dengan akun samaran Juragan Hajat Andri Berekah, Andri menuliskan keluh-kesah terkait proses pengiriman bantuan bencana yang dinilainya tidak efisien dan memberatkan warga terdampak.
” Kehadiran BPBD Kabupaten Sukabumi menambah masalah bagi korban bencana? […] Bantuan dari BPBD yang tak seberapa, korban harus menyediakan lagi ongkos bantuan sebesar Rp600.000 hingga Rp700.000 untuk pengiriman,” tulisnya dalam unggahan yang telah mendapatkan lebih dari 60 komentar, baik pro maupun kontra.
Baca: https://mediaaksara.id/bpbd-palabuhanratu-diterjang-banjir-satu-warga-tewas-dan-dua-rumah-rusak/
Andri juga mengkritisi jenis bantuan yang diberikan BPBD yang menurutnya kurang tepat sasaran. “Ketika temboknya jebol karena longsor, jangan dikirim kayu dan genting,” tambahnya. Ia berharap BPBD ke depan lebih responsif dan menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan korban bencana.
Saat dikonfirmasi oleh mediaaksara melalui sambungan seluler pada Senin (21/04/2025), Andri membenarkan unggahan tersebut dan menyatakan bahwa dirinya siap jika cuitan tersebut dijadikan bahan pemberitaan.
Baca: https://mediaaksara.id/bupati-sukabumi-kami-pelayan-masyarakat-kebijakan-harus-pro-rakyat/
“Insya Allah banyak kepala desa yang mendukung. Saya siap, Pak. Mudah-mudahan BPBD bisa lebih terbuka, terutama soal anggaran yang digunakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andri juga menyatakan kesiapannya bila diundang oleh pihak BPBD untuk melakukan dialog atau pertemuan klarifikasi demi menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
Redaktur : Rapik Utama







